Muannas Alaidid Tak Bisa Terima Alasan Hadi Pranoto soal Panggilan Profesor

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 11:03 WIB
Hadi Pranoto
Foto: Tangkapan layar YouTube dunia MANJI
Jakarta -

CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid enggan menerima dalih perihal panggilan 'profesor' yang tersemat pada nama Hadi Pranoto. Menurut Muannas, alasan pria yang mengklaim menemukan 'obat COVID-19' itu tak bisa diterima.

Hadi Pranoto sebelumnya menjelaskan sebutan profesor itu datang dari Anji. Menurutnya, Anji mungkin bangga dengan 'obat COVID-19' temuannya hingga memanggilnya profesor.

"Ya itu kan mungkin kebanggaannya Mas Anji, ya. Karena melihat Mas Anji antusias sekali dengan temuan saya," kata Hadi Pranoto saat dihubungi, Selasa (4/8).

"Mas Anji melihat produk yang saya berikan, Mas Anji mencoba, tentang hasilnya bagus, saking bangganya beliau menyebut seperti itu," imbuhnya.

Saat ditanya lebih jauh mengenai gelar 'profesor'-nya, Hadi Pranoto enggan menanggapi. Dia meminta agar masyarakat lebih fokus terhadap hasil temuannya.

"Bahkan kan Mas Anji dalam wawancara itu menyebut nama saya dua kali salah, kan. Kan saya juga tidak mempermasalahkan itu. Jadi kita harus concern pada hasil karya kita. Karena ini adalah menyangkut masalah COVID-19. Saya tidak mau berbicara apa pun di luar hasil karya kita," tutur Hadi Pranoto.

Alasan itulah yang kemudian tak diterima Muannas Alaidid. Muannas sebelumnya melaporkan Hadi Pranoto dan Anji atas dugaan tindak pidana ITE dan/atau menyebarkan berita bohong.

Muannas mengatakan gelar profesor merupakan gelar terhormat. Menurutnya, tak mudah orang menyematkan gelar itu di depan namanya.

"Di banyak negara, profesor itu gelar terhormat bagi mereka yang mendedikasikan dirinya secara penuh pada penelitian dan ilmu pengetahuan. Sekalipun seseorang berpendidikan tinggi, tidak semua orang mudah mendapatkan itu," kata Muannas kepada wartawan, Selasa (4/8).

"Malu rasanya kalau berita ini sampai diketahui dunia luar, ternyata gelar itu bukan apa-apa di sini, sekadar panggilan sayang," sambung dia.

Muannas pun berharap polisi segera memproses laporannya. Sebab, pernyataan Hadi Pranoto dan Anji telah meresahkan masyarakat selama ini.

"Saya berharap polisi segera mempercepat proses hukumnya agar tidak banyak keluar darinya pernyataan-pernyataan yang justru semakin membuat kegaduhan dan keresahan di masyarakat," kata Muannas.

Seperti diketahui, dalam video yang sebelumnya diunggah Anji dalam akun YouTube dunia Manji--saat ini video tersebut sudah dihapus YouTube--Hadi Pranoto diklaim sebagai seorang profesor dan pakar mikrobiologi. Setelah viral, gelar 'profesor'-nya pun kemudian dipertanyakan banyak pihak.

(mae/fjp)