Round-Up

Koalisi Tolak Geger 'Dosen Swinger' Dikaitkan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 06:38 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: Ilustrasi pelecehan seksual (iStock/detikcom).
Jakarta -

Bambang Arianto merekam pengakuan menjadi pelaku pelecehan seksual dengan kedok penelitian terkait Swinger. Dia mengaku sebagai dosen dan mencatut nama Nahdlatul Ulama (NU) Yogyakarta.

"Saya Bambang Arianto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata," demikian salah satu potongan pengakuannya dalam video yang tersebar, Senin (3/8/2020).

"Saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik," ujarnya dalam rekaman tersebut.

Video pernyataan Bambang kemudian viral di media sosial. Malah, trending tagar #JokowerPadaSakitJiwa yang mengaitkan kasus Bambang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Tim Pemenangan Jokowi di DIY saat Pilpres 2019, Bambang Praswanto menyebut Bambang Arianto bekerja sebagai buzzer dan aktif di media sosial (Medsos). Dia pun pernah bertemu dengan Bambang Arianto pada Agustus-September 2019.

"Kemungkinan dia menjadi buzzer freelance yang langsung gabung dengan kelompoknya dia orang-orang tingkat pusat. Jadi tidak di tingkat bawah tapi tingkat pusat dan dia memang aktif buzzer di mana-mana," kata Bambang Praswanto saat dihubungi detikcom via telepon.

Bambang menegaskan pada Pilpres 2019, Bambang Arianto tidak termasuk dalam tim pemenangan Jokowi yang resmi didaftarkan di KPU.

"Dia kelihatannya tidak tergabung dalam tim (pemenangan Jokowi DIY), saya justru mengenalnya setelah Pilpres. Tapi saya belum pernah ketemu tatap muka hanya WA (WhatsApp)," tegasnya.

Beberapa partai koalisi membantah isu keterkaitan Bambang Arianto dengan Jokowi. Jangan asal menuduh ada keterkaitan antara kasus pelecehan seksual Bambang Arianto dengan Jokowi.

Selanjutnya
Halaman
1 2