Pengakuan Korban Pelecehan Seksual Dosen Berkedok Riset Swinger

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 16:43 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: Ilustrasi (iStock)
Yogyakarta -

Nama Bambang Ariyanto menjadi perbincangan setelah mengunggah video pengakuan telah melakukan pelecehan seksual dengan modus penelitian ilmiah terkait perilaku swinger. Seorang perempuan yang mengaku menjadi korban Bambang angkat bicara.

Menurutnya, sudah ada ratusan korban aksi bejat pelaku yang sudah dilakukan sejak tahun 2014. Dia pun sempat bertemu dengan Bambang dan menanyakan jumlah keseluruhan korban yang ternyata mencapai ratusan.

"Kemarin sempat ketemu lalu saya tanya korbannya berapa. Bambang ini sudah melakukan aksinya sejak 2014. Setiap minggu katanya ada yang baru, kalau dikalikan jumlahnya ada 300-an dan Bambang mengiyakan," kata korban saat dihubungi wartawan, Senin (3/8/2020).

Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkannya, hingga saat ini ada 50 orang yang berkomunikasi dengan dirinya dan juga mengaku sebagai korban. Rata-rata korban dihubungi melalui pesan Facebook dengan modus penelitian atau konsultasi. Namun, lanjutnya, kenyataannya Bambang justru menjebak para korban.

"Hingga Minggu (2/8), sebanyak 50 laporan korban yang masuk pada kami. Kebanyakan korban dihubungi oleh pelaku melalui media sosial atau telepon dengan dalih sedang penelitian dan konsultasi. Lalu pelaku menjebak target untuk mendengarkan fantasi seksual swinger-nya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pelaku memanfaatkan jaringannya sebagai alumni kampus untuk menjerat korban. Rata-rata korban yang sudah dia data merupakan alumni UGM, psikolog dan lain sebagainya.

"Dia kan alumi UGM. Memanfaatkan grup-grup alumni UGM dan jaringan NU untuk mencari target perempuan dan menghubungi secara acak. Korbannya rata-rata alumni UGM ada psikolog juga," terangnya.

"Bambang juga pernah melakukan pelecehan fisik di 2004, sudah dipukuli, dan dilaporkan polisi dan ternyata tidak kapok dan justru melakukan lagi dan lagi," tambahnya.

Menurutnya, modus yang dilakukan oleh Bambang bermacam-macam. Bahkan, pelaku menggunakan akun istrinya untuk menceritakan fantasi swinger-nya.

"Banyak modusnya. Curhat tentang istri masalah keluarga, penelitian, kemudian lewat pendekatan bisnis, kemudian dia bercerita tentang ayah ibunya, kemudian minta pendapat. Bahkan menyamar memakai akun istrinya untuk curhat dan menceritakan kalau dipaksa untuk swinger," urainya.

Selanjutnya
Halaman
1 2