14 Ekor Gajah Liar Masuk Permukiman Penduduk di Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 19:52 WIB
14 ekor kawanan gajah liar masuk ke permukiman penduduk di Desa Semunai Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Riau.
Sebanyak 14 ekor gajah liar masuk ke permukiman penduduk di Desa Semunai Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Riau. (Foto: Istimewa)
Pekanbaru -

Sekitar 14 ekor gajah liar masuk ke permukiman penduduk di Desa Semunai, Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, Riau. Kehadiran gajah liar malah jadi tontonan warga sekitar.

"Sekelompok gajah liar ini masuk ke permukiman pendudukan sekitar pukul 06.00 tadi pagi. Warga lantas memberitahukan ke aparat terkait dan tim kami baru tiba di lokasi siang," kata Koordinator Rimba Satwa Foundation (RSF), Zulhusni, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (4/8/2020).

Husni menjelaskan, ketika timnya sampai di lokasi, kehadiran gajah ini menjadi tontonan masyarakat setempat. Walau demikian, warga desa tidak mengganggu kawasan gajah liar tersebut.

"Warga hanya menonton saja. Walau demikian kami tetap khawatir karena sewaktu-waktu bisa saja gajah merasa terusik dan dia melakukan penyerangan. Namun demikian, gajah liar ini tidak melakukan penyerangan ke warga," kata Husni.

Masih menurut Husni, sekitar pukul 17.00 WIB, tim gabungan akhirnya tiba di lokasi. Tim tersebut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Polsek, Manggala Agni.

"Kita bersama-sama menghalau gajah ini untuk keluar dari permukiman penduduk," kata Husni.

Cara pengusiran yang dilakukan tim, menurut Husni, dengan membunyikan petasan. Suara petasan akhirnya membuat kawanan gajah liar ini meninggalkan permukiman penduduk.

"Alhamdulillah, gajah liar tersebut berhasil dihalau untuk menjauh dari rumah penduduk, karena jarak antara gajah dengan rumah penduduk dekat sekali," kata Husni.

Gajah liar tersebut, sambung Husni, digiring tim untuk masuk ke perkebunan sawit perusahaan. Tim baru selesai melakukan penggiringan sekitar waktu salat Magrib.

"Tim gabungan juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan sawit karena gajah tersebut masuk ke sana," tutup Husni.

Untuk sekadar diketahui, kehidupan satwa liar di Riau kini keadaannya terus terjepit karena minimnya habitat mereka. Diperkirakan 90 persen kehidupan satwa liar berada di luar kawasan konservasi. Kondisi tersebut tentunya mengancam kelangsungan hidup satwa liar endemik di Riau, seperti, harimau, gajah, beruang, dan kucing hutan.

(cha/aik)