Mahasiswa Laporkan Nadiem Makarim, Golkar: Itu Ibarat Adik Ngadu

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 19:20 WIB
Hetifah Sjaifudian Golkar
Waketum Golkar Hetifah Sjaifudian (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -

Komnas HAM akan melakukan penyelidikan terkait laporan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) terhadap Mendikbud Nadiem Makarim. Partai Golkar meminta Nadiem Makarim tidak menghindar dari penyelidikan tersebut.

"(Mendikbud) nggak perlu menghindar juga. Kalau menurut saya dihadapi, karena kan memang situasi sekarang sedang sulit dan banyak sekali stakeholder pendidikan, bukan cuma mahasiswa ya, kan ada guru-guru, ada guru-guru honorer, guru-guru negeri, swasta, ada juga mungkin orang tua murid pun kalau mau juga sebenarnya mau demo juga kesusahan ngajarin anak di rumah. Semua pengin dapat perhatian," kata Waketum Golkar, Hetifah Sjaifudian, kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Hetifah mengapresiasi laporan mahasiswa terhadap Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM. Menurutnya, aduan itu bisa menjadi jalan bagi Kemendikbud untuk melakukan perbaikan.

"Kalau Mas Menteri ya menjadi masukan dong, feedback yang bagus aja bahwa masih ada ketidakpuasan dari apa yang ada supaya kita terus memperbaiki. Dan bagus aja kalau segala tuntutan untuk membuka informasi dan transparansi menurut saya itu positif aja," ujar Hetifah.

Wakil Ketua Komisi X DPR yang bermitra dengan Kemendikbud itu juga mengusulkan agar Nadiem Makarim membuka ruang aduan di Kemendikbud untuk segala hal terkait kebijakan di masa pandemi Corona ini. Kemendikbud, menurut Hetifah, juga perlu merespons semua aduan yang masuk dan menindaklanjutinya.

"Mas Menteri harus membuat semacam tempat pengaduan, jadi harus membuka seluas-luasnya. Misalnya ada mahasiswa yang seharusnya kampus memberikan kelonggaran, ternyata kampusnya tidak melakukan. Berarti kan dia juga melanggar imbauannya Menteri. Atau misalnya ada satu daerah, karena kan keputusan tentang COVID itu daerah yang melakukan, terus ada pelanggaran sekolah gimana kan," tutur Hetifah.

"Sebetulnya nggak semuanya itu ditangani Mas Menteri juga di dalam penegakan hukumnya. Jadi perlu ada semacam ruang-ruang untuk channeling aspirasinya justru harus dibuka supaya kalau ada apakah pihak dosen yang misalnya memberikan tugas berlebihan, guru yang begini, orang tua yang begini, semuanya harus dibuka," lanjut dia.

Hetifah sekali lagi meminta Nadiem menghadapi penyelidikan Komnas HAM atas aduan mahasiswa. Ia mengibaratkan laporan itu seperti seorang adik yang tengah mengadu.

"Hadapi aja, kenapa harus dihindari. Ini tuh ibaratnya adiknya mau ngadu gitu. Cuma karena barangkali tidak bisa langsung, akhirnya melalui lembaga antara," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2