Nadiem Makarim Dilaporkan Mahasiswa ke Komnas HAM, Ini Respons Kemdikbud

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 17:15 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Foto: Mendikbud Nadiem Makarim. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Jakarta -

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ke Komnas HAM terkait pembayaran kuliah secara penuh di masa pandemi virus Corona (COVID-19). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan kebijakan terkait uang kuliah tunggal (UKT) telah bersifat pro terhadap kepentingan mahasiswa.

Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam juga mengatakan kementeriannya tidak pernah melakukan tindakan represif ataupun membungkam aspirasi mahasiswa. Ini terkait aduan mahasiswa ke Komnas HAM yang menyebut ada tindakan represif kepada mahasiswa yang berdemo terkait UKT.

"Kebijakan UKT dan bantuan uang kuliah jelas-jelas melindungi dan pro kepentingan mahasiswa. Kemdikbud tidak pernah merepresi apalagi membungkam mahasiswa untuk menyampaikan masukan ke kampusnya," kata Nizam melalui pesan singkat pada Selasa (4/8/2020).

Nizam mengatakan Kemendikbud selalu mendorong Perguruan Tinggi untuk membuka dialog terhadap aspirasi mahasiswa. Dia pun menyayangkan apabila ada kampus atau rektor yang represif terhadap mahasiswa di kampus.

"Dikti selalu mendorong Pimpinan Perguruan Tinggi untuk komunikatif dan membuka dialog konstruktif dengan mahasiswa. Kami sangat menyayangkan kalau sampai ada kampus atau rektor yang represif, tapi juga sangat menyayangkan kalau sampai ada demo yang anarkis dan pemaksaan kehendak. Semoga tidak ada yang demikian. Karena keduanya bukan cermin kampus merdeka dan cita-cita pendidikan tinggi," ucap Nizam.

Lebih lanjut, Nizam mengungkapkan Kemendikbud melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) telah mengimbau kampus untuk membuka diskusi dengan mahasiswa. LL Dikti juga telah ditugaskan untuk melakukan mediasi jika ada sikap represif yang terjadi antara mahasiswa dan pihak kampus.

"Sejak bulan Maret Dikti sudah minta pada LLDikti untuk mendorong kampus-kampus melakukan dialog dan membuka ruang diskusi mencari solusi bersama mahasiswa. Bukan malah berhadap-hadapan. Serta meminta LL Dikti memediasi kalau terjadi represi," ucap Nizam.

Tak hanya itu, menurutnya, pemerintah telah mengeluarkan anggaran khusus sebesar Rp 4,1 triliun guna membantu mahasiswa di semester depan. Menurutnya, bantuan itu berupa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K) hingga bantuan uang kuliah.

"Saat yang sama pemerintah juga sudah menggelontorkan 4,1 triliun khusus untuk membantu mahasiswa selama semester depan ini dalam bentuk KIP K dan bantuan uang kuliah. Total mengcover lebih dari 900 ribu mahasiswa," jelas Nizam.

Mahasiswa Unnes mengadukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM.Mahasiswa Unnes mengadukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM. (Foto: Dok Pribadi Franscolly Mabdalika).

Selaku Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam mengaku selalu terbuka untuk melakukan diskusi kepada mahasiswa. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan Kemendikbud guna mengatasi persoalan kuliah di masa pandemi COVID-19.

"Dalam banyak kesempatan saya sendiri menemui dan diskusi dengan adik-adik mahasiswa baik BEM maupun organisasi mahasiswa. Berbagai upaya kita lakukan untuk mengatasi permasalahan yang kita hadapi bersama yakni Pandemi COVID-19 ini," tutur Nizam.

Selain itu, Nizam menyebut telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) guna menekan biaya dalam pembelajaran daring selama pandemi Corona. Serta, Kemendikbud juga melatih dosen-doseb agar dapat menerapkan pembelajaran daring yang efektif dan murah.

"Dikti terus berkoordinasi dengan kominfo dan bernegosiasi dengan penyedia internet utk bisa menekan biaya koneksi pembelajaran Daring. Melatih dosen-dosen agar pembelajaran daring efektif dan murah," ujar Nizam.

Tonton video 'Kemendikbud Minta Universitas Beri Pulsa Mahasiswa':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2