Tak Dikasih Duit Rp 20 Ribu, Suami Pukuli Istri hingga Tewas

Ferdi Almunanda - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 16:48 WIB
Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro saat menujukkan barang bukti kasus suami bunuh istri gegara duit Rp 20 ribu. (Dok Polres Tanjabbar)
Foto: Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro saat menujukkan barang bukti kasus suami bunuh istri gegara duit Rp 20 ribu. (Dok Polres Tanjabbar)
Jambi -

Keji nian kelakuan Samlan bin Sabran. Pria berusia 59 tahun di Jambi itu membunuh istrinya usai tak diberi duit Rp 20 ribu.

"Awalnya pelaku ini baru bangun tidur dan saat itu istrinya bernama Arbaiyah hendak pergi kerja. Pada saat istrinya mau pergi kerja, pelaku kemudian meminjam uang sebesar Rp 20 ribu, namun istri pelaku menjawab tidak ada uang, lalu pelaku pun kesal dan mengambil kayu yang ada di dalam rumah, kemudian memukulkan ke arah kepala korban secara berulang kali hingga tewas," kata Kapolres Tanjung Jabung Barat Jambi, AKBP Guntur Saputro kepada detikcom, Selasa (4/8/2020).

Samlan adalah warga Kelurahan Tungkal Harapan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar, Jambi. Dia ditangkap Tim Petir Polres Tanjung Jabung Barat atas aksi membunuh istrinya itu.

Kembali ke peristiwa pembunuhan oleh Samlan, aksinya ini dilakukan pada Minggu (2/8). Uang Rp 20 ribu yang dia minta kepada istrinya ini untuk ongkos berangkat kerja.

"Jadi, pelaku ini minjam uang itu untuk ongkos naik perahu menuju tempat kerjanya di Senyerang. Pelaku ini kerja sebagai buruh sadap karet di kebun orang, ia dibayar per hari sekitar 20 ribu rupiah. Tetapi lantaran kesal karena korban juga jawab tidak ada uang dengan sambil lewat di depan pelaku dan menendang kaki pelaku yang saat itu duduk di ruang tengah rumah, hal itulah yang membuat pelaku pun merasa kesal," ujar Guntur.

Sehabis melakukan pemukulan terhadap istrinya hingga menyebabkan kematian, pelaku keluar rumah untuk menuju rumah ketua RT setempat. Kepada ketua RT, pelaku menyampaikan bahwa dirinya telah bertengkar dengan istrinya.

"Pelaku dateng ke Pak RT karena mau minta perlindungan, dia khawatir jika nanti diamuk warga. Lalu salah satu dari warga beri info ke polres terkait kejadian dan kemudian anggota dari Tim Petir datang ke Pak RT menangkap pelaku," kata Guntur.

Dari hasil olah TKP polisi, pemukulan yang dilakukan pelaku kepada istrinya itu menggunakan kayu sepanjang ± 92cm. Pelaku memukul korban di ruang kamar hingga tewas. Pelaku juga sempat membersihkan kondisi ruang kamar yang penuh bercak dan bekas darah dengan menggunakan air untuk menghilangi jejak.

"Pelaku kini sudah ditahan, ia kita kenakan UU No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT dengan ancaman 15 tahun penjara," ucap Guntur.

(gbr/gbr)