Cilegon Mulai Buka Sekolah, Siswa Diajarkan Beri Salam Guru Tanpa Jabat Tangan

M Iqbal - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 11:03 WIB
Siswa diajarkan beri salam guru tanpa jabat tangan
Foto: Siswa diajarkan beri salam guru tanpa jabat tangan. (M Iqbal/detikcom).
Cilegon -

Sekolah di Cilegon mulai memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka hari ini setelah sebelumnya sekolah jarak jauh dengan sistem daring karena pandemi virus Corona (COVID-19). Selain protokol kesehatan, siswa juga mulai dibiasakan dengan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Corona.

Siswa yang masuk sekolah hanya 50 persen dari jumlah siswa yang ada. Jam pelajaran pun dibatasi hanya 2 jam. Bangku-bangku diatur dengan jarak 1-2 meter di setiap kelas. Hal ini salah satunya terlihat di SDN Kedaleman I yang menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di dalam dan luar kelas.

"Hari ini kita masuk, anak-anak dengan sistem pembelajarannya absen nomor 1-16, setengahnya jadi 50 persen yang hadir dilanjutkan besok dari nomor 17 sampe terakhir absennya," kata Kepala Sekolah SDN Kedaleman I Cilegon, Romlah kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Siswa secara bergiliran masuk kelas. Jika nomor absen 1-16 masuk hari ini, 17 dan selanjutnya masuk besok. Siswa yang tidak KBM di sekolah, melakukan pembelajaran daring dari rumah.

"Satu hari masuk, satu hari belajar di rumah, karena memang kita masih uji coba dari Dinas Pendidikan mudah-mudahan tidak ada halangan jadi bisa berlanjut," ucap Romlah.

Demi menjaga kebersihan sekolah, seluruh ruang kelas disemprot disinfektan secara rutin. Pihak sekolah, menurut Romlah, juga menyediakan masker dan face shield untuk para guru dan murid jika ditemukan ada yang tidak memakai masker.

"Kita menyediakan masker makanya kita cadangan kalau anaknya nggak pake, kita kasih. Tempat cuci tangan juga kita sediakan sesuai protokol kesehatan," tuturnya.

Pihak sekolah mewajibkan agar orangtua murid menjemput anaknya sepulang sekolah. Romlah mengatakan, murid di SDN Kedaleman I tidak boleh dijemput ojek. Jika orang tua murid bekerja, harus ada anggota keluarganya yang menjemput.

"Nggak ada jam istirahat karena langsung pulang, saya imbau juga ke wali murid tidak boleh dijemput ojek, harus orangtuanya yang menjemput," ujar Romlah.

Selain menerapkan jaga jarak, pihak sekolah membiasakan budaya baru kepada anak-anak. Siswa diajarkan memberi salam kepada guru tanpa harus berjabat tangan.

Di ruang kelas, anak-anak tampak sudah memakai masker atau face shield. Selain itu juga ada hand sanitizer yang ditaruh di bagian depan ruang kelas.

Tonton video 'Sekolah di Cilegon Berlakukan Tatap Muka Hanya 2 Jam Pelajaran':

[Gambas:Video 20detik]



(elz/ear)