Jumlah Jamaah RI Haji yang Meninggal 70 Orang
Rabu, 04 Jan 2006 06:10 WIB
Makkah -
Hingga saat ini, jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia berjumlah 68 orang. Dari jumlah ini, 48 persen jamaah meninggal di luar pelayanan kesehatan pada musim haji.Data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga pukul 00.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Rabu (4/1/2006), jamaah haji yang meninggal dunia berjumlah 70 orang.Keenam jamaah haji yang meninggal dunia urutan 64 hingga 70 adalah Basyir bin Suan (kloter 06 BTH), Yustinah binti Zainuddin (kloter 069 BTH), Supiah binti Saidan (kloter 040 JKG), Khotim bin Mabi (Kloter 077 SOC), Basirun bin Parto (kloter 31 SOC), dan Janih binti Jali (kloter 61/JKS).Mereka meninggal dunia antara tanggal 1 hingga 3 Januari 2006. Keenam jenazah telah dimakamkan di Pemakaman Syara. Sementara Wakil Ketua II bidang Pelayanan Kesehatan PPHI dr Azimal mamaparkan 48 persen dari 68 jamaah haji yang meninggal dunia, meninggal di luar pelayanan kesehatan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). "Mereka meninggal di luar pelayanan kesehatan tim dokter. Umumnya meninggal di jalan, masjid, dan lokasi lain yang kurang terpantau petugas haji," kata Azimal.Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah keterbatasan petugas (medis) kloter yang pada musim haji tahun ini dikurangi dari tiga petugas menjadi dua petugas. Selebihnya, juga disebabkan menyebarnya maktab atau pondokan di Makkah yang relatif jauh dari Masjidil Haram."Pada musim haji tahun lalu kita punya tiga petugas medis kloter dengan beban kerja 36 jam per hari. Nah, dengan pengurangan petugas, praktis akan menambah beban kerja. Inilah yang membuat pengawasan jamaah dalam kondisi kritis relatif kurang," jelas Azimal.
(ton/)










































