Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf Terkait Penularan COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 18:49 WIB
Gubernur Kepri Isdianto foto bersama pengurus Lembaga Adat Melayu di Gedung Daerah Tanjungpinang pada Selasa 28 Juli 2020. (dok. Istimewa via Antara)
Gubernur Kepri Isdianto foto bersama pengurus Lembaga Adat Melayu di Gedung Daerah Tanjungpinang pada Selasa 28 Juli 2020. (dok. Istimewa via Antara)

"Saya berharap dari hasil yang keluar nantinya banyak negatif sehingga akan lebih mudah penanganan di rumah sakit. Namun apabila nantinya hasil menunjukkan bahwa banyak yang positif maka Pemerintah Kepri telah menyediakan beberapa lokasi karantina karena kapasitas di RSUP telah penuh," katanya.

4 Kepala Daerah di Kepri Isolasi Mandiri

Empat kepala daerah di Kepri menjalani karantina mandiri untuk memutus rantai penularan COVID-19. Usai Isdianto dinyatakan positif COVID-19, semua orang yang punya kontak diminta jalani tes swab.

"Seluruh orang yang kontak langsung dengan Pak Gubernur harus diambil 'swab' (tes usap), dan dikarantina selama 14 hari," kata Plt Kadinkes Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, hari ini.

Dia mengatakan Isdianto positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam. Tjetjep memberi apresiasi kepada Wali Kota Batam Muhamad Rudi dan Wali Kota Tanjungpinang Rahma yang berkenan untuk diambil sampel swab.

Rudi dan Rahma perlu diperiksa kesehatannya untuk memastikan apakah tertular COVID-19 atau tidak. Kedua kepala daerah itu kontak dengan Gubernur Isdianto di Gedung Daerah pada Selasa (28/7).

"Mereka juga menjalani karantina mandiri," katanya.

Berdasarkan data Antara, Isdianto diambil swab pada Selasa (28/7) di Tanjungpinang atau sehari setelah dilantik sebagai Gubernur Kepri di Istana Negara. Isdianto diketahui tertular COVID-19 pada Jumat (31/7).

Sementara pada Selasa (28/7) siang, ratusan orang berada di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang menyambut kedatangan sang gubernur. Isdianto yang didampingi para ajudan, keluarga dan kepala dinas disambut riang gembira.

Mereka tidak hanya bersalaman, melainkan berpelukan dan cium pipi kiri dan kanan, seperti melupakan bahwa Kepri, khususnya Tanjungpinang belum terbebas dari COVID-19. Serangkaian kegiatan dilaksanakan pada hari itu, termasuk doa selamat dan tepung tawar.

Selanjutnya, Isdianto melanjutkan kegiatan seremonialnya di rumah kediaman istri dari almarhum HM Sani, abang kandungnya yang berhasil memenangkan Pilkada Kepri tahun 2010 dan tahun 2015. Ia bersama ratusan orang dari berbagai kalangan pun sempat memanjatkan doa di makam HM Sani di Makam Pahlawan Tanjungpinang.

Pada hari yang sama, di Gedung Daerah Tanjungpinang, kegiatan seremonial semakin ramai dihadiri pejabat, tokoh masyarakat, wartawan, dan para pendukungnya.

Dalam kegiatan ini tampak Isdianto tidak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak. Di gedung bersejarah itu pula ramai pejabat, wartawan dan masyarakat yang berfoto bersama dengan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Informasi itu menyebabkan ratusan orang antre di posko RSUP Kepri. Bahkan puluhan wartawan yang kontak erat dengan gubernur pun diambil swab tadi pagi hingga sore.

Selain mereka, sejumlah pengurus Lembaga Adat Melayu yang tampak berfoto tanpa menggunakan masker, dan pemilik kedai kopi yang dikunjungi Isdianto tiga hari lalu juga diambil swab. Rektor dan pejabat lainnya di lingkungan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang yang ikut rapat bersama gubernur tiga hari lalu juga diambil swab di RSUP Kepri.

Halaman

(jbr/haf)