Viral Siswa di Simalungun Panjat Pohon demi Belajar Daring, Begini Ceritanya

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 18:18 WIB
Screenshot viral anak-anak di Simalungun cari sinyal demi belajar daring
Screenshot viral anak-anak di Simalungun cari sinyal demi belajar daring (dok. Facebook Rosari Sinaga)
Simalungun -

Sebuah posting-an yang menunjukkan sejumlah siswa belajar dari atas pohon di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), viral di media sosial. Para siswa ini disebut naik ke atas pohon untuk mendapatkan sinyal saat belajar daring.

Dilihat detikcom, Senin (3/8/2020), foto di posting-an itu menunjukkan beberapa siswa berada di atas pohon sambil menggunakan ponsel. Beberapa anak juga terlihat di bawah pohon sambil memegang ponsel. Foto-foto tersebut awalnya diunggah di akun Facebook bernama Renni Rosari Sinaga.

"Sejumlah siswa di Simalungun terpaksa memanjat pohon agar mendapatkan sinyal agar bisa mengikuti pelajaran secara daring," tulis pengunggah.

Selain harus memanjat pohon, para siswa disebut harus berjalan kaki sejauh 2 km dari rumah untuk mencapai lokasi itu. Para siswa itu terdiri atas pelajar SMP dan ada yang merupakan mahasiswa.

"Sementara itu, bagi siswa sekolah dasar belajarnya dilakukan secara berkelompok," jelas posting-an itu.

Kepala Desa Siporkas Hendra Putra Saragih membenarkan kejadian itu. Menurutnya, ada tiga dusun di desanya yang tidak mendapatkan sinyal internet sehingga siswa harus memanjat pohon.

"Betul, tiga dusun itu. Dusun Bah Pasunsang, Dusun Butu Ganjang, Dusun Borno. Jangankan sinyal internet, untuk nelepon biasa saja sulit. Tiga dusun lah itu," kata Hendra.

Screenshot viral anak-anak di Simalungun cari sinyal demi belajar daringScreenshot viral anak-anak di Simalungun cari sinyal demi belajar daring (dok. Facebook Rosari Sinaga)

Hendra menjelaskan tiga dusun yang tidak mendapatkan sinyal ini karena berada di antara perbukitan. Hal ini, menurut Hendra, sudah lama terjadi.

"Iya. Soalnya kita kan dikelilingi perbukitan. Jadi gunungnya mengelilingi kampung tersebut. Udah semenjak merdekalah Indonesia ini," ujarnya.

Hendra mengaku sudah pernah menyurati pihak terkait untuk membantu memperbaiki jaringan di desanya. Namun sampai saat ini belum ada realisasi dari permintaan itu.

"Kita udah pernah buat permohonan," jelasnya.

(haf/haf)