Muhammadiyah Putuskan Tetap Tak Gabung Organisasi Penggerak Kemendikbud

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 17:54 WIB
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Muti di Kudus, Minggu (26/5/2019).
Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (Akrom Hazami/detikcom)
Jakarta -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar rapat setelah Mendikbud Nadiem Makarim bersilaturahmi dan menyampaikan permohonan agar kembali bergabung dalam program organisasi penggerak (POP) Kemendikbud. Hasilnya, Muhammadiyah tetap tak akan berpartisipasi dalam program tersebut.

"Muhammadiyah mengapresiasi silaturrahim Mendikbud ke PP Muhammadiyah serta keputusan mengevaluasi program POP. Mendikbud memang sempat menyampaikan permintaan agar Muhammadiyah bisa bergabung dengan program POP," kata Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, dalam keterangannya, Senin (3/8/2020).

"Terkait dengan permintaan tersebut, sesuai hasil rapat bersama PP Muhammadiyah dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang (Dikti Litbang), Muhammadiyah, memutuskan untuk tetap tidak berperan serta dalam program POP," sambung Mu'ti.

Mu'ti mengapresiasi kunjungan Nadiem Makarim ke kantor PP Muhammadiyah. Namun, terlepas dari itu, Mu'ti menjelaskan semua lembaga pendidikan Muhammadiyah saat ini tengah berfokus pada penerimaan peserta didik baru dan penanganan COVID-19.

"Sekarang ini sekolah/madrasah dan perguruan tinggi sedang fokus penerimaan peserta didik baru dan menangani berbagai masalah akibat pandemi COVID-19," ujar dia.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim bersilaturahmi ke kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Rabu (29/7) lalu. Nadiem Makarim kembali menyampaikan permintaan maaf mengenai POP.

"Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam dibicarakan berbagai kebijakan Kemendikbud, khususnya program POP. Mendikbud menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan mengevaluasi program POP," kata Mu'ti.

Selanjutnya
Halaman
1 2