Soal Klaim Hadi Pranoto, BPOM Belum Pernah Beri Persetujuan Obat Corona

Yulida Medistiara - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 13:43 WIB
Logo BPOM
Foto: Dok. BPOM
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara soal klaim Hadi Pranoto yang mengklaim menemukan 'obat COVID-19' dalam video di akun YouTube musisi Anji. BPOM menyatakan hingga kini belum pernah memberikan persetujuan mengenai obat Corona (COVID-19).

"Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk infeksi virus COVID-19," kata BPOM dalam keterangannya, Senin (3/8/2020).

BPOM menyebut klaim atau khasiat obat herbal harus dibuktikan secara ilmiah melalui uji pra klinik dan uji klinik. Kemudian jika sudah terbukti memiliki khasiat untuk mengobati penyakit, khasiat suatu obat akan tertera pada label produk.

"Apabila suatu produk herbal terbukti berkhasiat untuk mengobati suatu penyakit, maka klaim khasiat tersebut akan tertera pada label/desain kemasan produk," terang BPOM.

Jika obat herbal telah memiliki Nomor Izin Edar (NIE) Badan POM, produk tersebut telah dilakukan evaluasi perihal aspek keamanan, khasiat, dan mutunya. BPOM meminta masyarakat berhati-hati terhadap klaim sejumlah pihak mengenai obat COVID-19.

"Untuk itu, Badan POM mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dan tidak mudah percaya iklan atau pernyataan seseorang yang menyatakan bahwa obat herbal ampuh mengobati COVID-19," terangnya.

BPOM mengajak masyarakat menggunakan produk herbal secara aman dan tepat dengan cara mengecek di Cek KLIK, memastikan kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada labelnya, pastikan ada izin edar dari Badan POM, dan pastikan tidak melewati masa Kedaluwarsa. Serta konsultasi terlebih dahulu ke dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu.

Kemudian memperhatikan peringatan/perhatian yang tercantum pada label dan membaca dengan teliti aturan pakai produk. Adapun produk herbal yang telah memiliki NIE dapat dicek melalui website https://cekbpom.pom.go.id/.

Seperti diketahui, Hadi Pranoto dalam video di channel YouTube Anji disebutkan sebagai profesor ahli mikrobiologi. Hadi mengklaim dirinya telah menemukan antibodi COVID-19 sebagai 'obat' yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19. Hadi juga mengatakan swab test untuk virus Corona bisa seharga Rp 10-20 ribu. Dalam video itu, Anji juga menyapa Hadi Pranoto sebagai 'dokter'.

Klaim-klaim Hadi Pranoto itu dibantah Waketum PB IDI dr. Slamet Budiarto. Slamet mengatakan pihaknya telah mengecek dan nama Hadi Pranoto tidak ada dalam database IDI. Ia pun meminta pihak kepolisian turun tangan.

"Kan artinya itu pembohongan kepada masyarakat, dan itu bisa dipidana ya. Si artis Anji itu harus bisa membuka dia kerja di mana, profesornya di mana, kan nggak jelas," kata Slamet saat dihubungi, Minggu (2/8).

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 angkat bicara soal klaim Hadi Pranoto yang mengklaim menemukan 'obat COVID-19' dalam video di akun YouTube musisi Anji. Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta publik tidak mudah percaya terhadap sesuatu yang belum dibuktikan kebenarannya.

"Mengenai siapa Saudara Hadi Pranoto, silakan ditelusuri apakah yang bersangkutan adalah seorang profesor atau peneliti (dari institusi perguruan tinggi/riset mana) seperti yang sedang beredar saat ini. Jangan cepat percaya pada pemberitaan dan jangan cepat membagi berita yang isinya diragukan kebenarannya," kata Wiku saat dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Wiku juga meminta public figure 'menyaring' referensi sebelum menyebarkannya kepada masyarakat. Ketua Tim Pakar Satgas COVID-19 itu menekankan agar publik berhati-hati dan mengecek kebenaran kepada ahlinya.

"Untuk figur publik dan tokoh masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap sumber berita/referensi sebelum menyebarkan pada publik. Silakan check dan recheck pada sumber yang benar dan ahlinya," ujar Wiku.

Penjelasan Hadi Pranoto

Dalam video Anji, Hadi Pranoto mengklaim menemukan antibodi COVID-19 sebagai 'obat' yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19. Namun belakangan, dia menyebut temuannya adalah herbal.

"Kalau ini kan sifatnya herbal. Sama aja seperti beli jamu gendong itu kan kalau jualan itu kan tidak perlu ada ini segala macam. Apalagi ini kan sifatnya herbal," kata Hadi Pranoto saat dihubungi.

Tonton video 'PB IDI: Tak Ada Dokter-Ahli Mikrobiologi Bernama Hadi Pranoto':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/fjp)