Bakar Bendera Merah Putih, Ini Pengakuan Perempuan di Lampung

Idham Kholid - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 08:12 WIB
Upacara pengibaran bendera merah putih di kawasan Gunung Slamet.
Dokumentasi bendera Merah Putih sebagai ilustrasi (Foto: dok detikcom)
Lampung -

MA (33) ditangkap polisi karena membakar bendera Merah Putih dan mengunggahnya di akun Facebook yang kemudian viral. MA mengaku sengaja membakar bendera itu.

"Motivasi MA membakar bendera Merah Putih tersebut yakni (mengaku) mendapat perintah dari ketua PBB bahwa untuk menstabilkan tatanan NKRI maka harus NKRI harus menjadi Kerajaan Mataram dan pembakaran bendera Merah Putih tersebut sebagai simbol untuk mengubah NKRI menjadi Kerajaan Mataram," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Arsyad kepada detikcom, Senin (3/8/2020).

Menurut MA, lanjut Pandra, nama negara yang terdaftar di PBB bukanlah Indonesia, melainkan Kerajaan Mataram, sehingga bendera Merah Putih perlu dibakar untuk pergantian dari NKRI menjadi Kerajaan Mataram.

"Video itu sengaja dilakukannya sebagai bukti kepada PBB bahwa simbol pembubaran bangsa Indonesia," ujarnya.

Selain itu, MA mengaku sebagai orang yang bekerja sebagai anggota TNI yang pernah dikuliahkan di United Columbia yang lulus pada 2019.

"Saat ini Saudari MA diamankan di Polres Lampung Utara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, tampak bendera dibakar dengan sengaja dengan api yang menyala di lampu. Polisi lalu melakukan pendalaman, profiling, dan membentuk tim.

"Polres Lampung Utara membentuk tim gabungan personel Satuan Reskrim dan pers Satuan Intelkam yang dipimpin oleh Kapolres Lampung Utara mengamankan seorang perempuan yang diduga melakukan posting-an pembakaran bendera Merah Putih melalui akun Facebook MVDH Maisy," ujarnya.

Akun Facebook itu diketahui milik perempuan berinisial MA (33). Dia merupakan warga Kecamatan Kota Bumi, Lampung Utara, Lampung.

Tonton video 'Brigadir Nanang, Polisi yang Dipuji karena Ambil Bendera di Selokan':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/dhn)