Round Up

Dampak Ganjil Genap ke Pekerja Ibu Kota

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 05:38 WIB
Jumpa pers tentang ganjil genap
Foto: Jumpa pers tentang ganjil genap
Jakarta -

Kebijakan ganjil genap bagi mobil pribadi yang berlaku mulai hari ini. Pemprov DKI Jakarta berharap pembatasan ini berdampak pada jadwal pekerja ibu kota, kapan bekerja dari rumah dan dari kantor.

Kadishub DKI Syafrin Liputo mengatakan volume lalu lintas di Jakarta terus naik selama PSBB Transisi dan bahkan melampaui volume kendaraan sebelum pandemi COVID-19. Dia mencontohkan di Cipete ada 75 ribu kendaraan melintas per hari, padahal sebelum pandemi jumlahnya 74 ribu. Di Senayan, jumlah kendaraan melintas sekitar 145 ribu, padahal dulu hanya 127 ribu.

"Dengan kondisi ini terlihat bahwa upaya Pemprov DKI Jakarta untuk tetap menjaga agar tidak terjadi kepadatan di perkantoran ataupun di pusat pusat kegiatan itu seolah olah belum efektif berjalan," kata Syafrin, Minggu (2/8/2020).

Dia menuturkan ada dua bentuk emergency brake atau rem darurat yang bisa diberlakukan. Salah satunya penerapan ganjil-genap.

"Di dalam Pergub 51 juga telah disebutkan bahwa dalam situasi tertentu ada 2 emergency brake yang bisa diterapkan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya adalah ganjil-genap," ungkapnya.

Syafrin menuturkan kini di Jakarta tak ada lagi pembatasan pergerakan orang setelah SIKM ditiadakan pada 14 Juli 2020. Oleh sebab itu, ganjil-genap menjadi instrumen pembatasan itu.

"Sehingga warga yang mendapatkan tugas atau mendapatkan bagian shift kerja dari rumah dengan pelat nomor, misalnya yang bersangkutan ganjil tanggal genap, maka yang bersangkutan akan tetap di rumah, tidak melakukan pergerakan yang tidak penting," papar Syafrin.

Dengan adanya pembatasan ganjil-genap ini, Pemprov DKI Jakarta meminta perusahaan dan instansi menyesuaikan jadwal kerja karyawan dengan pelat nomor mobilnya. Karyawan yang tidak bisa ke kantor karena pelat mobilnya tidak sesuai diharapkan kerja dari rumah.

"Contoh bagi warga ataupun pekerja yang memiliki kendaraan nopol paling belakang adalah angka ganjil, maka otomatis yang bersangkutan secara alami akan meminta ke kantor untuk mendapatkan jadwal kerja dari rumah pada tanggal genap karena tanggal ganjil dia tidak bisa bergerak ke kantor," kata Syafrin.

"Semoga tujuan utamanya adalah seluruh warga tetap aware terhadap pandemi COVID-19 ini dan begitu mendapatkan jadwal bekerja dari rumah tetap tinggal di rumah dan tidak melakukan perjalanan yang tidak penting," tutupnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan pernah mewanti-wanti soal emergency brake atau rem darurat ini. Salah satunya saat kasus Corona di Jakarta pecah rekor tiga kali dalam seminggu pada pertengahan Juli 2020.

"Saya ingatkan kepada semua, jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake. Bila itu terjadi, kita semua harus kembali dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua akan merasakan kerepotannya bila situasi ini berjalan terus," ucap Anies dalam video '12 Jul 2020 Gub Anies Baswedan Update Perkembangan Penanganan Covid-19' di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, seperti dilihat detikcom, Minggu (12/7).

Pemprov DKI Jakarta memberlakukan pembatasan ganjil genap untuk mobil mulai 3 Agustus 2020. Tak tertutup kemungkinan ganjil-genap nantinya juga diterapkan untuk semua kendaraan bermotor, termasuk roda dua.

Syafin mengatakan pembatasan ganjil-genap ini demi membatasi pergerakan warga. Jika tak ada penurunan pergerakan warga, kebijakan lanjutan akan diambil. Kebijakan itu bisa berupa ganjil-genap sepanjang hari atau penerapan pembatasan untuk motor.

"Kebijakan ganjil-genap saat ini ini berlaku hanya bagi kendaraan roda empat, roda dua belum. Tetapi saya sampaikan jika nanti ada analisis kami ternyata mobilitas warga tidak terjadi perubahan dengan kondisi pada periode pelaksanaan PSBB transisi, jika tidak ada perubahan maka bisa saja kami menerapkan pemberlakuan ganjil-genap sepanjang hari atau juga ada tambahan pemberlakuan bagi seluruh kendaraan bermotor," kata Syafrin di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (2/8).

Pemprov DKI mengimbau warga menyesuaikan jadwal bekerja di kantor dengan ganjil-genap. Misalkan, warga yang memiliki kendaraan bernomor ganjil dapat bekerja di rumah saat tanggal genap.

"Bagi warga yang mendapatkan penugasan bekerja dari rumah, silakan, tetapi rumah Anda melakukan Zoom Meeting dari tidak harus bergerak ke pusat-pusat kegiatan kemudian menimbulkan keramaian tentu upayanya adalah untuk kita bersama-sama segera terbebas dari wabah COVID-19 ini," kata Syafrin.

Sosialisasi pemberlakuan ganjil genap akan berlangsung selama 3 hari, yaitu pada 3-5 Agustus 2020. Sedangkan tilang baru berlaku mulai 6 Agustus 2020.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya hanya akan memberlakukan teguran lisan di 3 hari pertama. Namun, polisi masih tetap memberhentikan mereka yang melanggar.

"Untuk melaksanakan penindakan pelanggaran tersebut, maka kami sampaikan bahwa selama 3 hari ini kami akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu, artinya Senin, Selasa, Rabu, kita belum akan melakukan penindakan dengan tilang, baik secara manual maupun secara e-TLE," kata Sambodo kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (2/8).

Sambodo mengatakan penilangan ganjil-genap akan mulai berlaku pada Kamis (6/8). Penilangan akan dilakukan mulai dari manual sampai elektronik.

"Kendaraan tersebut tetap akan diberhentikan oleh petugas (pada 3-5 Agustus 2020) kemudian akan ditegur tetapi belum akan ditilang," imbuhnya.

Sambodo menyebut penerapan sosialisasi selama 3 hari berturut-turut ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dalam diri masyarakat. Sambodo berharap masyarakat bisa mengetahui adanya penindakan tilang ganjil-genap yang akan berlaku Kamis mendatang.

Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT Transjakarta (TransJ) akan menambah armadanya sebanyak 25% pada saat penerapan ganjil genap pada Senin besok. Penambahan armada itu akan berlaku di 10 koridor, yakni koridor 1 hingga koridor 10. Dengan adanya penambahan tersebut, total akan ada 812 armada yang akan beroperasi pada Senin (3/8).

"Belajar dari data Asian Games ketika terjadi lonjakan penumpang sekitar 11%, dan dengan penerapan batasan maksimum 50% dari kapasitas angkut, kami antisipasi dengan penambahan armada sebesar 25% dari apa yang dioperasikan bulan Juli lalu," ujar Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8).

Pembatasan ganjil-genap ini akan mulai diberlakukan pada Senin (3/8) besok. Sosialisasi akan berlangsung selama 3 hari dan tilang diterapkan mulai Kamis (6/8).

Ganjil-genap berlaku Senin-Jumat pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB. Berikut ini 25 ruas jalan yang diberlakukan aturan ganjil-genap di Jakarta:

1. Jalan Medan Merdeka Barat
2. Jalan MH Thamrin
3. Jalan Jenderal Sudirman
4. Jalan Jenderal S Parman, mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto
5. Jalan Gatot Subroto
6. Jalan MT Haryono
7. Jalan HR Rasuna Said
8. Jalan DI Panjaitan
9. Jalan Jenderal Ahmad Yani, mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
10. Jalan Pintu Besar Selatan
11. Jalan Gajah Mada
12. Jalan Hayam Wuruk
13. Jalan Majapahit
14. Jalan Sisingamangaraja
15. Jalan Panglima Polim
16. Jalan Fatmawati, mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang
17. Jalan Suryopranoto
18. Jalan Balikpapan
19. Jalan Kyai Caringin
20. Jalan Tomang Raya
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan simpang Jalan Diponegoro
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari

(yld/imk)