Pemprov DKI: Penerapan Ganjil Genap Bentuk Rem Darurat Saat PSBB Transisi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 16:40 WIB
Petugas kepolisian gelar sosialisasi pelaksanaan ganjil-genap di Bundaran HI, Jakarta. Diketahui, ganjil-genap kembali diberlakukan mulai Senin (3/8) besok.
Sosialisasi ganjil-genap. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta menerapkan kembali pembatasan ganjil-genap untuk mengatur pergerakan warga. Keputusan ini diambil sebagai bentuk emergency brake atau rem darurat saat PSBB Transisi.

Kadishub DKI Syafrin Liputo mengatakan volume lalu lintas di Jakarta terus naik selama PSBB Transisi dan bahkan melampaui volume kendaraan sebelum pandemi COVID-19. Dia mencontohkan di Cipete ada 75 ribu kendaraan melintas per hari, padahal sebelum pandemi jumlahnya 74 ribu. Di Senayan, jumlah kendaraan melintas sekitar 145 ribu, padahal dulu hanya 127 ribu.

"Dengan kondisi ini terlihat bahwa upaya Pemprov DKI Jakarta untuk tetap menjaga agar tidak terjadi kepadatan di perkantoran ataupun di pusat pusat kegiatan itu seolah olah belum efektif berjalan," kata Syafrin, Minggu (2/8/2020).

Dia menuturkan ada dua bentuk emergency brake atau rem darurat yang bisa diberlakukan. Salah satunya penerapan ganjil-genap.

"Di dalam Pergub 51 juga telah disebutkan bahwa dalam situasi tertentu ada 2 emergency brake yang bisa diterapkan Pemprov DKI Jakarta, salah satunya adalah ganjil-genap," ungkapnya.

Syafrin menuturkan kini di Jakarta tak ada lagi pembatasan pergerakan orang setelah SIKM ditiadakan pada 14 Juli 2020. Oleh sebab itu, ganjil-genap menjadi instrumen pembatasan itu.

"Sehingga warga yang mendapatkan tugas atau mendapatkan bagian shift kerja dari rumah dengan pelat nomor, misalnya yang bersangkutan ganjil tanggal genap, maka yang bersangkutan akan tetap di rumah, tidak melakukan pergerakan yang tidak penting," papar Syafrin.

Dengan adanya pembatasan ganjil-genap ini, Pemprov DKI Jakarta meminta perusahaan dan instansi menyesuaikan jadwal kerja karyawan dengan pelat nomor mobilnya. Karyawan yang tidak bisa ke kantor karena pelat mobilnya tidak sesuai diharapkan kerja dari rumah.

"Contoh bagi warga ataupun pekerja yang memiliki kendaraan nopol paling belakang adalah angka ganjil, maka otomatis yang bersangkutan secara alami akan meminta ke kantor untuk mendapatkan jadwal kerja dari rumah pada tanggal genap karena tanggal ganjil dia tidak bisa bergerak ke kantor," kata Syafrin.

"Semoga tujuan utamanya adalah seluruh warga tetap aware terhadap pandemi COVID-19 ini dan begitu mendapatkan jadwal bekerja dari rumah tetap tinggal di rumah dan tidak melakukan perjalanan yang tidak penting," tutupnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan pernah mewanti-wanti soal emergency brake atau rem darurat ini. Salah satunya saat kasus Corona di Jakarta pecah rekor tiga kali dalam seminggu pada pertengahan Juli 2020.

"Saya ingatkan kepada semua, jangan sampai situasi ini jalan terus, sehingga kita harus menarik rem darurat atau emergency brake. Bila itu terjadi, kita semua harus kembali dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua akan merasakan kerepotannya bila situasi ini berjalan terus," ucap Anies dalam video '12 Jul 2020 Gub Anies Baswedan Update Perkembangan Penanganan Covid-19' di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, seperti dilihat detikcom, Minggu (12/7).

Tonton video 'Siap-siap! Ganjil Genap di Jakarta Mulai Berlaku Besok':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)