Arus Balik, Antrean Kendaraan 2 Km Terjadi di Pintu Masuk Pelabuhan Bakauheni

Antara - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 00:08 WIB
Polisi mengatur kendaraan yang akan masuk gardu tol pembelian tiket Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan, Lampung, Selasa (19/6). Jumlah kendaraan yang masuk Pelabuhan Bakauheni pada arus balik H+4 terus meningkat, diperkirakan sudah 24.283 kendaraan yang menyebrang ke Pulau Jawa. ANTARA FOTO/Ardiansyah/kye/18.
Ilustrasi di Pelabuhan Bakauheni (Foto: Dok. ANTARA FOTO/Ardiansyah)
Jakarta -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengatakan antrean panjang kendaraan terjadi di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Kepadatan terjadi akibat volume kendaraan pada arus balik Idul Adha.

"Tingginya volume kendaraan ini diprediksi terjadi pada hari ini dan Senin (3/8). Pada Minggu mulai pukul 16.30 WIB merupakan 'peak time'," kata Sekretrasi Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin seperti dilansir Antara, Minggu (2/8/2020).

Shelvy mengatakan antrean kendaraan di pintu Pelabuhan Bakauheni mencapai 2 kilometer. Selain itu, antrean terjadi karena banyaknya pengguna jasa penyeberangan yang belum membeli tiket online. Sehingga mengalami hambatan di pintu masuk.

Dia meminta pengguna jasa penyeberangan untuk membeli tiket sebelum tiba di pelabuhan. Pembelian tiket bisa dilakukan di web yang telah tersedia atau melalui aplikasi di ponsel.

"ASDP terus mengingatkan pengguna jasa agar memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan atau maksimal 5 jam sebelum keberangkatan dengan membeli tiket via online melalui www.ferizy.com atau aplikasi di ponsel," katanya

Shelvy juga mengingatkan pengguna jasa penyeberangan untuk senantiasa mengikuti protokol kesehatan COVID-19. Dia berharap protokol kesehatan itu bisa diterapkan secara disiplin.

"Kami berharap masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat melakukan perjalanan dengan kapal feri di mana tetap menggunakan masker, baik di pelabuhan atau kapal, rajin mencuci tangan, serta menjaga jarak minimal 1,5 - 2 meter demi keselamatan diri sendiri dan orang lain," jelasnya.

(lir/eva)