Disorot IDI, Hadi Pranoto Bicara soal Klaim 'Obat Corona' hingga Gelar

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 19:54 WIB
Hadi Pranoto
Hadi Pranoto (Foto: Tangkapan layar YouTube dunia MANJI)
Jakarta -

Nama 'Hadi Pranoto' ramai dibicarakan masyarakat hingga disorot Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) usai muncul di channel Youtube musisi Anji. Hadi Pranoto lalu memberi penjelasan.

Hadi Pranoto tampil dalam video di channel YouTube Anji yang berjudul 'BISA KEMBALI NORMALâť“OBAT COVID 19 SUDAH DITEMUKAN !! (Part 1)' dengan gelar 'profesor ahli mikrobiologi' disematkan di depan namanya. Hadi mengklaim dirinya telah menemukan antibodi COVID-19 sebagai 'obat' yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19. Hadi juga mengatakan swab test untuk virus Corona bisa seharga Rp 10-20 ribu. Dalam video itu, Anji juga menyapa Hadi Pranoto sebagai 'dok'.

Berdasarkan penelusuran, Hadi Pranoto di video yang mengklaim sebagai profesor mikrobiologi adalah orang yang sama dengan perwakilan keluarga Surya Atmadja yang sempat mengundang Rhoma Irama untuk acara khitanan di Bogor. Kala itu, Hadi Pranoto menggelar jumpa pers untuk menyampaikan permintaan maaf.

Saat dihubungi, Hadi Pranoto membenarkan bahwa dia dulu merupakan perwakilan keluarga Surya Atmadja dan kini tampil di video Anji. Hadi mengklaim 'antibodi COVID-19' yang ditemukannya sebagai ramuan herbal.

"Kita melakukan penelitian itu kan melihat kondisi emergency kemanusiaan saat ini ya. Kemudian kita dengan tim bareng-bareng mengembangkan apa yang kira-kira paling baik dan solusi apa yang paling baik untuk penanganan COVID-19. Dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik dan hasilnya dapat kita rasakan. Masyarakat yang sudah terinfeksi kita obati dengan herbal kita, semuanya sembuh," kata Hadi Pranoto saat dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Hadi Pranoto mengaku mengembangkan ramuan herbalnya itu di laboratorium di luar negeri. Hadi Pranoto mengklaim juga memiliki tempat riset kecil dan produksi yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

"Jadi sementara waktu, kalau kita melakukan laboratorium kemudian melakukan uji pengembangan obat itu, kita sementara waktu kita masih di luar, kita sewa. Karena di Indonesia belum ada laboratorium yang memadai untuk kita kegiatan melakukan riset yang begitu bagus. Ndak (di rumah sendiri), kita ada tempat khusus yang memang kita gunakan untuk melakukan kegiatan riset. Ada beberapa tempat yang kita pakai untuk kegiatan itu. Ada di Jawa Barat ada, di Jawa Timur ada," jelasnya.

Hadi Pranoto mengatakan bahan baku ramuan herbalnya berasal dari Indonesia, seperti lengkuas, kunyit, hingga air kelapa, dan disebutnya tidak menggunakan bahan kimia apapun. Saat disinggung apakah ramuannya itu sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Hadi Pranoto menyatakan ramuan herbal tidak perlu izin karena bukan obat, padahal dalam video di channel Anji, ia menyebutnya sebagai 'obat yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19'.

"Ini kan herbal, kalau herbal kan tidak terlalu aturannya tidak terlalu ketat. Karena kalau itu vaksin kemudian itu memang sifatnya zat adiktif itu memang harus melalui uji klinis yang cukup panjang. Kalau ini kan sifatnya herbal. Sama aja seperti beli jamu gendong itu kan kalau jualan itu kan tidak perlu ada ini segala macam. Apalagi ini kan sifatnya herbal," ungkapnya.

Usai videonya di channel YouTube Anji trending, banyak pihak mempertanyakan gelar 'profesor' Hadi Pranoto. Saat ditanya tentang gelar profesor yang dimilikinya serta riset akademik yang dia lakukan, Hadi Pranoto tak menjawab persis. Dia hanya mengklaim mendapat gelarnya dari luar negeri tapi tidak menyebutkan asal universitas maupun negaranya.

"Saya ada beberapa ya, semuanya (gelar) dari luar. Karena kan di Indonesia sendiri kita dalam ilmu riset science itu kan sangat minim sekali. Dan juga kita di Indonesia belum memadai untuk mendapatkan laboratorium yang cukup untuk dilakukan penelitian," kata Hadi.

"Kalau di sini kan saya lihat teman-teman di medsos mencibir dan mencaci saya gitu, 'oh ini hoax, ini tipu', dan seterusnya ya. Tapi yang penting kan kita lihat hasil dari apa yang kita hasilkan, produk yang kita temukan itu bermanfaat untuk kepentingan emergency kemanusiaan yang saat ini ada," tuturnya.

Saat ditanya lagi soal gelar akademisnya, Hadi Pranoto tetap mengelak. Dia berdalih hal itu akan diungkap di kesempatan lain.

"Sekarang orang itu saat ini dalam kondisi emergency kemanusiaan wabah COVID-19 ini yang diperlukan gelar atau obat? Yang dibutuhkan kan obat," jawab Hadi Pranoto.

Tonton video 'PB IDI: Tak Ada Dokter-Ahli Mikrobiologi Bernama Hadi Pranoto':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2