Tulis Surat Terbuka untuk Nadiem, Komisioner KPAI Soroti PPDB-Program Penggerak

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 16:13 WIB
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti bersama Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan Kreatifitas dan Budaya, Kementrian PPPA, Evi Hendrani memberi pernyataan pers terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di gedung KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018). KPAI menilai  terjadi malpraktik dalam dunia pendidikan karena soal yang diujikan tidak pernah diajarkan sebelumnya dalam kurikulum sekolah.
Komisioner KPAI Retno Listiarty (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisioner KPAI Retno Listiarty menuliskan surat terbuka kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Dalam surat itu, Retno menyoroti berbagai persoalan pendidikan terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Saya menulis surat terbuka ini sebagai seorang ibu yang merupakan warga negara Indonesia. Mas Menteri, tujuan saya menulis surat ini adalah untuk menyampaikan beberapa kritisi saya atas konsep berpikir Anda sebagai menteri yang mengurusi urusan pendidikan," kata Retno dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (1/8/2020).

Dalam surat terbukanya, Retno menyoroti persoalan kuota PPDB jalur zonasi. Dia menjelaskan PPDB zonasi adalah sistem yang mencegah pendidikan menjadi pasar bebas sehingga setiap anak mendapatkan hak belajar di sekolah negeri yang dekat rumahnya. Retno pun mempertanyakan kebijakan Nadiem yang mengurangi persentase PPDB jalur zonasi dari 80 persen menjadi 50 persen.

"Menurunkan jalur zonasi hingga sebesar 30 persen justru mengarah pada ketidakkonsistenan dalam berpikir soal keadilan sosial," ujar Retno.

Selain itu, Retno menyoroti pelaksanaan PJJ di masa pandemi Corona. Menurut Retno, banyak anak merasa terkurung di rumah, kehilangan hak bermain, dan terlalu lama beristirahat dari kegiatan akademik dan ekstrakurikuler di sekolah.

Bukan hanya siswa, orang tua juga ikut tertekan saat mendampingi anak-anaknya melakukan PJJ secara daring. Selain itu, Retno mengatakan masih ada kesenjangan akses digital bagi siswa di seluruh Indonesia.

"Mas Menteri, ada jutaan anak Indonesia yang saat ini terisolasi di rumah mengalami frustrasi karena tidak terlayani PJJ. Berdasarkan survei KPAI, PJJ menunjukkan kesenjangan yang lebar dalam akses digital di kalangan peserta didik," ujar Retno.

Retno menilai tak ada langkah konkret Kemendikbud dalam menangani kendala dalam PJJ. Menurutnya, Nadiem terkesan tidak berdaya menghadapi kendala terkait PJJ.

"Pada era pandemi pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring maupun luring sarat kendala, mengapa Mas Menteri yang dijuluki menteri milenial justru terkesan tak berdaya? Tidak terlihat langkah-langkah konkret Kemdikbud mengatasi berbagai kendala PJJ," kata Retno.

Selanjutnya
Halaman
1 2