Meski Pencemar Nama Baik Ahok Minta Maaf, Polisi Tetap Lanjut Proses Hukum

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 08:49 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kombes Yusri Yunus (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Polda Metro Jaya memastikan akan tetap melanjutkan kasus yang melibatkan KS dan EJ terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pihak kepolisian akan tetap meneruskan kasus ini meskipun pelaku sudah meminta maaf dan tidak ditahan.

"Kan kita nggak tahan dia, kemarin saya sampaikan tidak kita tahan tapi kasusnya lanjut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Jumat (31/7/2020).

Yusri menyebut tidak ditahannya pelaku juga lantaran hukuman yang dikenakan di bawah 5 tahun. Namun dia kembali memastikan kasus akan tetap berjalan meski yang bersangkutan meminta maaf dan memiliki masalah kesehatan.

"Karena hukumannya 4 tahun, makanya tidak kita tahan, kalau hukumannya 5 tahun baru boleh kita tahan, di Pasal 27 juncto Pasal 45 itu ancamannya 4 tahun, kalau di bawah 5 tahun tidak ditahan, tetapi kasus tetap berjalan," ucap Yusri.

"Kalau itu (pencabutan laporan) tanya ke pelapornya, kalau kita tetap on the track ya (melanjutkan kasus)," sambungnya.

Seperti diketahui, polisi menangkap dua perempuan berinisial KS dan EJ yang menghina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan sang istri, Puput Nastiti Devi. Pelaku KS yang ditampilkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya Kamis (30/7) lalu meminta maaf.

KS, seorang perempuan lanjut usia berumur 67 tahun, meminta maaf dan berharap bisa mediasi dengan Ahok. Dengan usia yang tak lagi muda dan memiliki penyakit kronis, KS pun berharap bisa dimediasi dengan Ahok.

"Saya menyesal setelah saya tahu begini. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Saya harus mencari solusinya dan saya betul-betul minta maaf kepada Bapak BTP," kata KS.

"Sekiranya ada jalan untuk mediasi melalui pengacaranya, saya mohon diberikan kesempatan itu. Oleh karena saya sudah tidak sehat lagi pada seumur ini. Jika saya harus menjalankan hukuman seperti itu, saya kira saya tidak akan sanggup bertahan lama karena saya mempunyai penyakit kronis," ungkapnya

Pihak Ahok, Diwakili pengacaranya, Ahmad Ramzy, mengaku meminta proses penyelidikan yang dilakukan polisi saat ini terus dijalankan. Ahok meminta pengusutan kasus tersebut dilakukan tuntas.

"Jadi prinsipnya Pak Ahok minta saya penyidik Kepolisian Republik Indonesia untuk bekerja lebih dahulu. Untuk mengetahui siapa-siapa saja temuannya, motifnya gimana lagi. Jadi kan apa yang disampaikan oleh ibu berusia 67 tahun itu mengatakan nggak ada politik dan lain sebagainya, artinya biar polisi usut tuntas dulu," kata Ramzy ketika dihubungi detikcom, Jumat (31/7/2020).

Tonton video 'Polisi Tangkap 2 Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/aik)