Pengacara Sebut Ahok Merasa Pencemaran Nama Baiknya sebagai Serangan Politik

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 20:34 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Basuki T Purnama (Ahok). (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Jakarta -

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melaporkan kasus pencemaran nama baik terhadap dirinya yang dilakukan dua orang melalui akun Instagram masing-masing, KS dan EJ. Kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy, mengatakan kliennya merasa pencemaran nama baiknya itu sebagai upaya serangan terhadap karier politiknya.

"Oh iya, memang ada pembicaraan beliau ke sana (serangan politik)," kata Ramzy ketika dihubungi detikcom, Jumat (31/7/2020). Ramzy menjawab pertanyaan soal serangan politik.

Namun Ramzy mengatakan hal tersebut sementara ini masih dianggap sebagai dugaan semata. Dia hanya mengatakan pelaporan pihak Ahok atas dua akun Instagram tersebut dilakukan karena sudah memenuhi unsur pidana.

"Jadi semuanya prinsipnya, ketika bicara motif, kita harus bicara fakta hukum. Tapi yang jelas perbuatan-perbuatan mereka sudah masuk ke tindak pidana. Itu dulu yang penting. Nanti ketika kita dapat motifnya dan seterusnya apa latar belakang dan seterusnya, itu menjadi pembelajaran buat kita apa sih masalahnya," jelasnya.

Ramzy juga mengomentari soal tersangka EJ (47), yang diperiksa polisi hari ini. Ramzy mengatakan keterangan EJ penting untuk mendalami motif kasus pencemaran nama baik yang menimpa kliennya tersebut.

Menurut Ramzy, pemeriksaan kepada EJ yang merupakan admin dan ketua grup komunitas Veronica Lovers tersebut diyakini bisa mengungkap motif atau bahkan tersangka lain yang mungkin saja muncul dari kasus ini. Namun, terkait kemungkinan adanya motif dan tersangka lain tersebut, Ramzy mengatakan hingga saat ini dirinya masih belum ingin berandai-andai.

"Saya hanya bisa memastikan dari hukum saja. Jadi prinsipnya nanti biar penyidik bisa membuktikan secara digital forensik apa maksud dan tujuannya grup WhatsApp dan Telegram ini dibentuk. Apa yang melatarbelakangi, apakah sama seperti yang disampaikan oleh KS kemarin atau ada hal lain. Makanya penting keterangan EJ karena EJ ini admin. Nanti kita lihat admin ini si EJ dapat informasi, dapat data dari mana," terang Ramzy.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya telah berhasil mengamankan dua orang pelaku pencemaran nama baik terhadap Ahok. Dua pelaku tersebut berinisial KS (67) dan EJ (47). Keduanya diamankan di daerah Bali dan Medan.

Tersangka KS pada Kamis (30/7) telah ditampilkan dalam konferensi pers yang digelar di Polda Metro Jaya. Kepada media, KS mengaku melakukan pencemaran nama baik Ahok atas kesamaan rasa dengan apa yang pernah dialami oleh mantan istri Ahok, Veronica Tan.

(elz/bar)