Ganjil-Genap Diterapkan saat Pandemi, Golkar DKI: Jangan Berlakukan Dulu

- detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 06:21 WIB
Basri Baco
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI terkait kebijakan pemberlakuan rekayasa ganjil-genap di tengah wabah Corona. Kebijakan itu dinilai justru memicu meningkatnya penularan COVID-19 di transportasi umum.

"Sebenarnya jangan dulu, iya karena ganjil-genap akan alihkan orang ke transportasi umum, logikanya kan gitu, orang selama ini kan pakai kendaraan pribadi karena takut penularan di transportasi umum," kata Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, saat dihubungi, Jumat (31/7/2020).

Basri mengatakan pemberlakuan ganjil-genap akan membuat masyarakat berpindah ke moda transportasi umum. Karena itu menurutnya ini bisa memicu penularan COVID-19 di transportasi umum.

"Kalau kebijakan ganjil-genap diterapkan lagi maka akan memancing orang orang terpaksa harus naik kendaraan umum, dan itu malah sebenarnya bisa memicu kembali meningkatnya penularan COVID-19," ucapnya.

Dia pun menyoroti langkah Dishub DKI Jakarta menyediakan bus sapu jagad untuk hindari penumpukan di halte juga tidak menyelesaikan masalah. Menurutnya saat ini yang perlu didahulukan oleh Pemprov ada pengawasan protokol kesehatan.

"Bus sapu jagat kalau protokol kesehatan tidak diterapkan juga sama aja bohong, kan gitu, harusnya gitu, bus sapu jagad boleh itu hanya untuk mengatasi penumpukan orang, seharusnya dipikirkan juga gimana supaya nggak jadi ajang penularan COVID," ujar Basri.

"Saya amati, yang paling kurang itu pengawasan, kontrol dan penindakan itu, cuma kayak gugur kewajiban yang penting ada, foto foto, share share ke pimpinan," sambungnya.



Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase I. Selain itu, Pemprov DKI menetapkan kembali penerapan kebijakan ganjil-genap di Ibu Kota.

"Mulai pekan depan, kami akan terapkan kebijakan ganjil-genap di Jakarta, akan kita terapkan kembali," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan dalam video yang disiarkan melalui channel YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (30/7).

(maa/aik)