Pemprov Sumbar Temukan 40 Kasus Baru Corona, FK Unand: Masih Terkendali

Sulthan Jeka Kampai - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 11:46 WIB
A high school teacher checks the temperature of a student on the first day after being reopened following restrictions to halt the spread of the COVID-19 coronavirus in Kuala Lumpur on June 24, 2020. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Foto: Ilustrasi (AFP/MOHD RASFAN)
Padang -

Pemprov Sumatera Barat (Sumbar) mengkonfirmasi temuan 40 kasus baru virus Corona (COVID-19) di Sumbar. Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) dr Andani Eka Putra mengatakan ada kecenderungan peningkatan kasus di Sumbar, tapi masih terkendali.

"Ada kecenderungan peningkatan kasus di Sumbar walaupun masih dalam posisi terkendali, karena WHO menetapkan batas tracing masif," kata Andani kepada wartawan, Jumat (31/7/2020).

Andani mengatakan adanya 40 kasus baru tersebut tidak perlu dicemaskan secara berlebih. Sebab, 95 persen di antaranya adalah warga yang terinfeksi ringan dan tanpa gejala.

"Penemuan kasus ini terjadi dari hasil tracing dan surveillance, di mana akan menjadi lebih berbahaya jika tidak ditemukan," katanya.

Andani memastikan penemuan kasus baru itu bukanlah gelombang kedua, melainkan bagian dari proses perkembangan virus yang terkait kejadian di luar Sumbar.

"Sebagian besar kasus awal berasal dari saudara kita dari luar provinsi, seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Palangka Raya, dan lain-lain. Oleh sebab itu, perlu dukungan informasi dari walinagari, lurah, RT, RW untuk menginformasikan semua pendatang," ucapnya.

Andani juga meminta semua pihak tidak saling menyalahkan karena penanganan Corona merupakan tanggung jawab bersama. Dia menegaskan Corona di Sumbar masih terkendali.

"Mari berlomba membuat sesuatu yang nyata dan konkret untuk pengendalian COVID, salah satunya mencari solusi agar masyarakat patuh pada protokol COVID. Sumber penularan utama adalah dalam keluarga sehingga, jika sayang keluarga, patuhi protokol COVID saat di luar," katanya.

"Sampai saat ini Sumbar masih terkendali. Testing rate 1,2 persen dari jumlah penduduk, positivity rate 1,4 persen, kasus berat dirawat tracing, testing, isolasi, dan treatment," imbuhnya.

Sebelumnya, Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, Sumbar, melaporkan hasil pemeriksaan spesimen dan menemukan adanya 40 kasus baru Corona. Diskominfo Pemprov Sumbar menyatakan jumlah tersebut adalah rekor kasus baru terbanyak sejak wabah Corona pertama kali merebak di Sumbar.

"Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, terkonfirmasi 40 orang warga Sumbar positif terinfeksi COVID-19. Ini merupakan rekor tertinggi konfirmasi positif yang pernah terjadi di Sumbar," kata Kadis Kominfo Provinsi Sumbar selaku juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal kepada wartawan, Jumat (31/7).

Tonton video 'WHO Beberkan Negara Berhasil Kendalikan Covid-19, RI Tak Disebut':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)