Sapi Limosin Jadi Hewan Kurban Jokowi 2020, Diternakkan di Mana?

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 13:00 WIB
Jokowi salat Id di Istana Bogor bersama keluarga. (Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)
Foto: Jokowi salat Id di Istana Bogor bersama keluarga. (Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)/Sapi Limosin Jadi Hewan Kurban Jokowi 2020, Diternakkan di Mana?
Jakarta -

Sapi limosin kembali jadi hewan kurban pilihan Presiden Jokowi pada Idul Adha 2020/1441 H. Sapi kurban Jokowi 2020 ini disebar ke beberapa wilayah di Indonesia, misal di Solo, Jawa Tengah.

"Untuk Masjid Agung Surakarta, sapinya seberat 1.030 kilogram. Untuk Masjid Al-Wustho seberat 930 kilogram," Kasubag Pendidikan dan Kebudayaan Bagian Kesra Setda Solo Bambang Harjanto.

Menurut Bambang, sapi kurban Jokowi 2020 ini dibeli di dua tempat berbeda. Satu dari Glondongan, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo dan satu lagi dari Tegalombo, Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Limosin ternyata tak hanya jadi sapi kurban Jokowi 2020. Pada 2016, Jokowi juga memilih sapi limosin yang beratnya mencapai 1,5 ton untuk disembelih di Masjid Istiqlal.

"Itu sapi paling besar di Indonesia. Sapi limosin yang bagus rata-rata beratnya 1 ton. Kalau sapi lokal bertanya rata-rata cuma 500-600 kilogram (kg)," kata Agung Hendriadi yang saat itu merupakan Kepala Biro Humas Kementerian Pertanian (Kementan).

Bagi yang berminat memilih sapi limosin, seperti sapi kurban Jokowi 2020, untuk Idul Adha 2021 tidak perlu repot. Sapi limosin ternyata telah diternakkan di Indonesia.

Salah satu yang melakukan peternakan sapi limosin adalah Komplek Peternakan Padang Mengatas, Sumatera Barat. Peternakan ini dikelola Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas Kementerian Pertanian.

Pengelola melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar untuk memelihara dan membiakkan sapi jenis Limosin dan Semental asal Australia. Peternak Indonesia ternyata sudah sangat ahli memelihara dan beternak sapi hingga tumbuh gemuk dan berkualitas.

"Kalau mau bicara pelihara sapi, peternak kita ahli kok. Mereka padahal nggak pernah kuliah peternakan, tapi bisa beternak sapi seperti ini. Bisa berkembang biak, bisa tumbuh gemuk. Jadi, asal pemerintah serius memberi dukungan, peternakan kita juga bisa maju kok nggak perlu mengandalkan impor," kata Sugiono yang saat itu menjabat sebagai kepala balai.

Menurut Sugiono, peternak cukup melakukan satu kali investasi dengan pengeluaran yang tidak banyak. Rumput untuk pakan ternak bisa ditanam sendiri asal cukup air dan pupuk diambil dari kotoran sapi. Untuk inseminasi buatan, peternak cukup membayar jasa mantri sebesar Rp 50 ribu hingga sapi hamil.

Tonton video 'Kelelahan di Perjalanan, Sapi Kurban Jokowi Malas Makan':

[Gambas:Video 20detik]



(row/pal)