Mulai 3 Agustus, JRC Rute Bogor-Blok M dan Juanda Resmi Beroperasi

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 21:38 WIB
JRC Bogor
Foto: Dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor baru saja menguji coba (flag off) Jabodetabek Residence Connexion (JRC) di Perumahan Taman Sari Persada Bogor, Jalan Taman Sari Persada, Kecamatan Tanah Sareal. Dengan adanya JRC ini, masyarakat Kota Bogor yang sehari-hari beraktivitas dan bekerja di DKI Jakarta kini memiliki alternatif moda transportasi umum selain Commuter Line (KRL).

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Dirut Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Pande Putu Yasa dan Dirjen Angkutan Jalan BPTJ Aca Mulyana secara resmi melepas armada yang akan melayani rute Taman Sari Persada - Blok M dan Taman Sari Persada-Juanda atau sebaliknya.

"Mulai 3 Agustus 2020 ada alternatif sistem transportasi yang aman sampai ke Jakarta dari Kota Bogor dan sebaliknya. Ini langkah yang luar biasa, salah satu contoh nyata dibalik kesulitan ada kemudahan. Alhamdulillah, apresiasi saya kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga upaya dilakukan membuahkan hasil bagi masyarakat Kota Bogor. Ini solusi yang cerdas, langkah yang luar biasa," kata Dedie dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).

Menurutnya, potensi angkutan massal di Kota Bogor cukup banyak, baik dari perumahan-perumahan maupun jumlah pengguna moda transportasi KRL. Jika dilihat dari enam kecamatan yang ada, setidaknya ada enam titik poin awal dan akhir poin. Sedangkan jika dilihat dari potensi pasar untuk menambah dan menentukan drop dan pick up poin bisa dilihat dari data provider ojek online.

Dengan adanya sistem alternatif moda transportasi ini, Dedie berharap masyarakat dapat merasa aman menaiki transportasi umum dan penyebaran COVID-19 di Kota Bogor dapat lebih terkendali. Sebab, lanjutnya, selama ini faktor kenyamanan dan keamanan menjadi salah satu faktor masyarakat enggan menggunakan transportasi umum.

Sebelumnya, Pande Putu Yasa menerangkan dua rute awal yang dibuka merupakan rute pertama bagi PPD masuk Kota Bogor pada 2020. Ke depan pihaknya berharap ada lintasan atau trayek lain untuk dilayani. Dengan bantuan Kemenhub, pihaknya mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum untuk mendukung agar pemerintah memberikan subsidi silang untuk tarifnya agar bisa dijangkau masyarakat.

"Di Bogor kami usulkan 27 trayek ke BPTJ dan berharap bisa diisi semua, sehingga mampu mengurangi penumpukkan penumpang kereta listrik," ujarnya.

Sementara itu, Aca Mulyana berharap agar JRC di tempat lain segera menyusul untuk dibuka. Sehingga bisa membantu masyarakat untuk bertransportasi ke area perkantoran, perdagangan atau kawasan industri dengan kualitas yang lebih baik.

"JRC tidak bisa menaikkan atau menurunkan di tengah jalan, karena ini point to point," terangnya.

Untuk uji coba, Perum PPD menyediakan 5 armada dengan jumlah kapasitas 50 sampai 70 persen dari total kapasitas. Selama masa uji coba setiap penumpang dikenakan tarif Rp 15.000 dengan maksud sebagai daya tarik atas layanan yang diberikan.

Untuk warga Kota Bogor yang ingin ke Jakarta, ada tiga waktu pemberangkatan pada pagi hari, yaitu pukul 05.30 WIB, 06.00 WIB dan 09.00 WIB. Sedangkan untuk waktu pulang dari Blok M dan Juanda pada sore hari, pukul 16.30 WIB, 17.20 WIB dan 20.00 WIB. Untuk informasi layanan warga bisa menghubungi via WhatsApp (08111950055).

(prf/ega)