Tak Terima Digusur, PKL di Kawasan Pasar Sukaramai Medan Blokir Jalan

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 16:47 WIB
Suasana pedagang Pasar Sukaramai blokir jalan di Medan (Datuk Haris-detikcom)
Suasana pedagang Pasar Sukaramai memblokade jalan di Medan. (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Sukaramai, Medan, melakukan aksi pemblokiran jalan. Aksi tersebut dilakukan para PKL karena tak terima lapak mereka digusur petugas.

Pantauan detikcom di kawasan Pasar Sukaramai, Medan, sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis (30/7/2020), terlihat para pedagang memblokade Jalan AR Hakim menggunakan meja dan peralatan lainnya. Mereka berkerumun di tengah jalan sambil berteriak meminta Satpol PP bertanggung jawab atas penggusuran yang telah dilakukan.

Para pengendara yang menuju jalan tersebut terlihat harus berputar balik. Kemacetan terjadi di lokasi.

"Tadi sekitaran pukul 14.30 WIB, pihak dari Satpol PP datang dan langsung mengangkut barang kami," kata salah seorang pedagang, Kartini.

"Kami telah menanyakan kapan bisa berjualan. Jam 12.00 WIB. Kami bukalah. Tiba-tiba udah langsung diangkatnya," sambungnya.

Pedagang lainnya, Matina, menyayangkan sikap petugas yang langsung angkut. "Kenapa di sini terlalu kasar," sebut Matina.

Tidak terima dengan sikap tersebut, para pedagang lalu melakukan aksi blokade jalan. Mereka memprotes sikap petugas tersebut.

"Kami nggak terima. Kayak mana mau terima barang kami diangkat seperti. Udah habis semua. Kami minta pertanggungjawaban. Diganti barang kami," sebut Matina.

Suasana pedagang Pasar Sukaramai blokir jalan di Medan (Datuk Haris-detikcom)Suasana pedagang Pasar Sukaramai memblokade jalan di Medan. (Datuk Haris/detikcom)

Matina juga menyebut pihaknya itu bukan merupakan pedagang liar. Menurutnya, mereka pedagang resmi.

"Kami bukan pajak liar, kami pajak resmi, karena di dalam nggak laku maka kami berjualan di sini (luar)," sebut Matina.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir mengatakan blokade jalan di lokasi tersebut terjadi karena miskomunikasi. Dia mengatakan para pedagang akhirnya mau membuka blokade jalan setelah diberi pemahaman.

"Ada miskomunikasi, ada masyarakat tidak terima, sehingga masyarakat sempat menutup jalan. Berkat kerja sama kita semuanya, sehingga masyarakat memaklumi dan membuka akses jalan tersebut dengan kesadaran sendiri," ujar Faidir.

Faidir menyebut ada kesepakatan perwakilan pedagang akan bertemu dengan pihak Satpol PP untuk mengambil barangnya. Para pedagang diharuskan membuat surat pernyataan untuk mengambil barang mereka.

(haf/haf)