Kapolda Papua Tegaskan Tak Ada Operasi Keamanan di Nduga

Wilpret Siagian - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 15:08 WIB
Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw.
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura -

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menanggapi isu yang menyebut TNI/Polri melakukan operasi keamanan di Kabupaten Nduga, Papua. Paulus menyampaikan yang ada hanya menjamin keamanan di Nduga dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Kehadiran kita, aparat keamanan, di Nduga itu menjamin keamanan dan dalam rangka penegakan hukum terhadap pelaku pembantaian 19 pekerja pembangunan jalan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB)," jelas Paulus Waterpauw kepada wartawan di Jayapura, Rabu (29/7/2020).

Hal itu dikatakan untuk menanggapi adanya sorotan media asing dan diunggah di media sosial tentang krisis keamanan di Papua. Mereka menganggap krisis keamanan terjadi pasca-instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengatasi masalah pembantaian pekerja di Nduga pada 2018 oleh KKB.

Menurut Paulus, penyebab masalah keamanan di Nduga adalah keberadaan KKB. KKB dianggap terus mengganggu masyarakat Nduga.

"Jadi tidak benar kalau kehadiran TNI/Polri di Nduga penyebab krisis keamanan. Sebab, tugas kami untuk melindungi warga dan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku eksekusi 19 karyawan PT Istaka Karya," ujarnya.

Paulus menyebut dirinya dan Pangdam XVII/Cenderawasih ditugaskan untuk menegakkan hukum.

"Kemarin Bapak Menkopolhukam, Mendagri, dan Wakapolri serta Kasum TNI datang ke Papua. Penyampaian Menkopohukam dan Mendagri minta agar penegakan hukum di Papua tetap pengendalinya adalah Kapolda Papua dan wakilnya adalah Pangdam XVII/Cenderawasih," katanya.

Tonton video 'Lulusan Akpol Mau Dikirim ke Papua-Poso, Kapolri: Biar Ortu Meriang':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)