Aksi Bupati OI Undang Wartawan Umumkan Dirinya Positif Covid Disayangkan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 10:48 WIB
Bupati Ogan Ilir (Raja-detikcom)
Bupati Ogan Ilir (Raja/detikcom)
Palembang -

Niat baik saja terkadang tak cukup, sering kali harus dilakukan dengan cara yang baik pula. Niat baik Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji mengumumkan bahwa dirinya positif COVID-19 disayangkan komunitas pers karena dilakukan dengan mengundang wartawan ke rumahnya.

"Seharusnya Bupati Ogan Ilir ini tahu bahwa posisinya sudah positif dan harus karantina mandiri. Apalagi OTG. Jangan bertemu dengan banyak orang dulu, apalagi menggelar konferensi pers dengan awak media. Ini bisa membahayakan karena bisa menulari orang lain disekitarnya," kata Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar kepada wartawan, Kamis (30/7/2020).

Komar mengatakan seharusnya Bupati Ogan Ilir ataupun orang yang sudah dinyatakan positif COVID-19 memahami dan menyadari untuk isolasi mandiri. Apalagi, jika seorang pejabat, seharusnya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Firdaus meminta tim gugus tugas penanganan COVID-19 langsung melakukan tracing kepada awak media yang meliput konferensi pers tersebut.

Senada dengan PWI, Ketua AJI Palembang Prawira Maulana menyayangkan langkah Ilyas Panji. Seharusnya pengumuman soal Ilyas positif COVID bisa dilakukan dengan cara lain.

"Misalnya dengan surat terbuka atau konferensi pers secara virtual," ujarnya.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel, Ardiansyah, menilai konferensi pers yang dilakukan oleh bupati Ogan Ilir tersebut tindakan yang sangat aneh. Menurut Ardiansyah, semestinya Ilyas menggunakan fasilitas lain untuk memberikan informasi mengenai dirinya terinfeksi COVID-19 agar meminimalisasi penularan.

"Ada humas atau Kominfo Ogan Ilir yang bisa memberikan rilis dan informasi ke awak media," ujar dia.

Menurut dia, meskipun menggunakan protokol kesehatan namun sangat disayangkan orang nomor satu di Ogan Ilir tersebut masih menggelar konferensi pers.

"Saya meminta kejadian ini tidak terulang, apalagi di provinsi Sumsel," jelasnya.

(tor/tor)