Ke Korps Marinir, Mahfud Bangga RI Punya Potensi Besar di Bidang Pertahanan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 19:53 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md. (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md optimistis militer RI punya potensi besar di bidang pertahanan. Mahfud menilai militer RI punya potensi dalam kemampuan teknik pertahanan dan peralatan.

"Hari ini saya mengunjungi Korps Marinir sebagai bagian dari pasukan atau satuan elit di lingkungan angkatan laut dan saya jadi berbesar hati bahwa kita punya potensi yang luar biasa di bidang pertahanan terutama kemampuan teknik di dalam pertahanan kemudian juga peralatan yang cukup memadai," kata Mahfud di Markorps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020).

Mahfud menyebut fungsi dari TNI sesuai undang-undang adalah menjaga pertahanan. Termasuk melindungi hak asasi manusia.

"Tadi saya katakan fungsi TNI adalah fungsi pertahanan dan di era reformasi ini pertahanan dan keamanan itu harus diletakkan di dalam bingkai perlindungan hak asasi manusia, yaitu sudah masuk di dalam UUD dan juga dijadikan bekal bagi seluruh prajurit TNI di dalam melaksanakan tugasnya," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Mahfud juga menuturkan kalau prajurit TNI telah dibekali pedoman tata cara pelaksanaan pertempuran sesuai dengan hukum humaniter Internasional.

"Intinya melindungi hak asasi jadi jangan lagi ada kecurigaan bahwa misalnya militer itu anti-hak asasi semua tentara dibekali buku saku perlindungan hak asasi," jelasnya.

Dalam kunjungan kerja di Markorps Marinir Cilandak, Mahfud menyambangi lapangan Brifif-1 Mar. Di sini, Mahfud melihat penyelenggaraan demonstrasi ketangkasan prajurit, pertempuran jarak dekat, bela diri militer serta demonstrasi penembakan tank dan artileri.

Setelah itu, Mahfud dan rombongan bergegas melakukan tour facility di kawasan Korps Marinir. Di sini, ia meninjau kegiatan pelatihan yang dilakukan para prajurit petarung Korps Marinir. Mulai dari latihan renang dengan tangan dan kaki diikat hingga pelatihan menembak dengan jarak 300 meter.

Mahfud didampingi oleh Komandan Korps Marinir( Dankormar) Mayor Jendral TNI Suhartono menaiki ranpur LVT 7. Setelah itu, Mahfud bergegas menuju Ksatrian Arthur Solangs untuk menyaksikan simulasi pembebasan sandera yang diperagakan oleh prajurit Denjaka. Simulasi dimulai dari penerjunan prajurit di anjungan kapal hingga penjinakan bom.

Di akhir kunjungan, Mahfud menyaksikan static dilanjutkan pemberian arahan khusus kepada prajurit petarung Korps Marinir. Adapun, arahan yang diberikan Mahfud bersifat tertutup.

(idn/idn)