Pertemuan AHY-Zulhas Bahas Pilkada hingga Ambang Batas Capres

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 18:06 WIB
Ketum Demokrat AHY bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan
Ketum Demokrat AHY bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan. (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sowan ke kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN). Dalam pertemuan AHY dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan jajarannya, ada beberapa hal yang dibahas, antara lain soal kasus virus Corona (COVID-19) dan ambang batas pencapresan.

"Hari ini jumlah korban juga terus bertambah, lebih dari 100 ribu yang terpapar COVID, dan tingkat kematian juga masih cenderung tinggi," kata AHY didampingi Zulhas di kantor DPP PAN, Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2020).

AHY menyebut rekor ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat. Dia ingin semua pihak tidak menyepelekan jumlah kasus Corona yang terus bertambah.

"Ini harus menjadi warning bagi kita semua, bukan hanya pemerintah, bahwa memang tidak boleh kita menyepelekan. Sekarang angka kita sudah di atas Tiongkok yang penduduknya 5 kali lipat dari kita," ujar AHY.

Dalam pertemuannya dengan jajaran PAN, AHY ditemani Waketum PD Vera Febyanti, Sekjen PD Riefky Harsya, Wasekjen PD Jovan Latuconsina, Bendahara Umum PD Renville Antonio, Kepala BPOKK Herman Khaeron, dan Direktur Eksekutif PD Sigit Raditya.

"Dalam konteks pilkada yang akan kita gelar di 270 kabupaten/kota, termasuk provinsi, di Desember 2020, tentu cukup banyak kebersamaan PAN dan Partai Demokrat di berbagai daerah. Ada yang kami lihat sebagian daerah memiliki signifikansi yang tinggi, yang potensial, dan memiliki kans menang cukup baik," terang AHY.

Sementara itu, Zulhas menyambut baik kedatangan AHY dan jajaran DPP Demokrat. Dia menyebut PAN dan Demokrat memiliki kebersamaan mengingat kedua partai tersebut sama-sama berada di luar pemerintahan.

"Kami sama Demokrat sama-sama di luar pemerintahan, tapi dalam situasi seperti ini perlu kebersamaan. Kita bisa belajar melihat negara-negara maju sekalipun, dalam menghadapi musibah ini, kita terlepas kurang di sana-sini, kita juga lumayan baik dari segi penanganan COVID-19. Korban jiwa maupun kontraksi ekonomi yang kita hadapi, tapi apa pun kita perlu bersatu," kata Zulhas dalam kesempatan yang sama.

Zulhas juga menyinggung RUU Pemilu. Dia berharap ada kesamaan angka parliamentary threshold (ambang batas parlemen) dan presidential threshold (ambang batas capres).

"Kalau PAN mengajukan PT-nya berapa, harusnya presidential threshold-nya juga sama," ujar Zulhas.

Untuk diketahui, DPR sedang menggodok revisi UU (RUU Pemilu). Salah satu yang dibahas adalah soal ambang batas parlemen dan ambang batas capres.

Wakil Ketua MPR itu pun turut mengungkap soal pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana beberapa waktu lalu. Menurut Zulhas, itu hanya bagian dari perkenalan DPP PAN yang sempat tertunda karena pandemi COVID-19.

"Kita akhirnya pelantikannya pakai anu, alam gaib, virtual itu alam gaib kan. Kita pakai virtual. Nah, saya sudah janji undang Presiden, jalan keluarnya gimana saya datang ke Istana. Kalau saya datang ke sana bisa memilih dan nggak usah banyak. Kita 6 orang kemarin ke sana silaturahim mengenalkan pengurus baru," jelasnya.

Hadir dalam pertemuan dua partai ini Waketum PD Vera Febyanti, Sekjen PD Riefky Harsya, Wasekjen PD Jovan Latuconsina, Bendahara Umum PD Renville Antonio, Kepala BPOKK Herman Khaeron, dan Direktur Eksekutif PD Sigit Raditya. Kemudian dari jajaran PAN ada Sekjen Eddy Soeparno, Waketum PAN Viva Yoga Mauladi, dan Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

(elz/imk)