Kemendikbud: 79 Daerah Langgar Aturan Buka Sekolah saat Pandemi COVID-19

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 08:33 WIB
Pandemi COVID-19 membuat KBM di sekolah di kawasan Solo belum diterapkan meski memasuki tahun ajaran baru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona.
Foto Ilustrasi, tidak berhubungan dengan berita. (Agung Mardika/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan ada 79 daerah yang melanggar aturan pembukaan sekolah di masa pandemi COVID-19. Angka tersebut merupakan data Kemendikbud per Senin, (27/7) kemarin.

"Berdasarkan data pemantauan internal Kemendikbud per 27 Juli 2020, sebanyak 79 kabupaten/kota masih belum melaksanakan pembelajaran sesuai dengan panduan dalam keputusan bersama empat menteri," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ainun Na'im dalam keterangannya pada Selasa (28/7/2020).

Ainun mengatakan 79 daerah itu tersebar di berbagai zona terkait virus Corona. Sebanyak 18 daerah di zona hijau, 39 daerah di zona kuning, 20 daerah di zona orange, serta 2 daerah di zona merah.

"Sebanyak 18 kabupaten/kota berada di zona hijau, 39 kabupaten/kota berada di zona kuning, 20 kabupaten/kota berada di zona oranye, dan 2 kabupaten/kota berada di zona merah," tulis Ainun.

Lebih lanjut Ainun mengatakan sebagian besar bentuk pelanggaran yang dilakukan terkait penerapan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan masker, jaga jarak, dan pelaksanaan pembukaan sekolah di zona merah.

"Sebagian besar bentuk pelanggaran yang terjadi adalah tidak melaksanakan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan jaga jarak saat masuk sekolah sedangkan di zona kuning, oranye dan merah bentuk pelanggarannya adalah melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah," kata Ainun.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3