Round-Up

Memburu Cuan dari Ikan 'Tiger Fish' di Sungai Lalan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 21:05 WIB
Ikan tiger fish di Musi Banyuasin, Sumsel gencar diburu warga.
Ikan 'tiger fish' di Musi Banyuasin, Sumsel, gencar diburu warga. (Foto Antara)
Palembang -

Tiger fish tengah tenar di kalangan nelayan Sungai Lalan. Masyarakat pun berbondong-bondong berburu cuan dari ikan jenis hias ini.

Spesies yang mendiami Sungai Lalan ini memiliki harga jual yang cukup fantastis. Nelayan di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pun berburu cuan.

"Kendati ikan ini bertubuh kecil dan banyak orang tidak mengetahuinya, namun hewan endemik yang mendiami Sungai Lalan ini ternyata memiliki harga jual yang cukup fantastis," kata Opini, salah seorang nelayan di Desa Muara Bahar, Kecamatan Sungai Lilin, seperti dilansir Antara, Selasa (28/7/2020).

Ikan elang atau dikenal sebagai tiger fish ini ternyata menjadi salah satu mata pencarian masyarakat kecamatan tersebut karena ikan hias ini memiliki harga cukup menggiurkan apabila memiliki bentuk sempurna dan warna yang menyatu.

Ternyata, menangkap ikan elang cukup sulit. Kendati jaring sudah terbentang, belum tentu ikan yang diinginkan terperangkap. Ikan elang, menurutnya, tidak ada musim atau siklus karena bisa dijumpai kapan saja.

"Susah nangkapnya, dalam seminggu ini baru dapat satu. Kalau sudah dapat biasanya jaring yang melekat pada ikan akan dipotong, karena ikan tidak boleh cacat," kata Opini.

Harga jual ikan elang ini untuk ukuran 1 cm senilai Rp 25.000. Jika ukurannya mencapai 10 cm, harganya Rp 250 ribu. "Masyarakat di sini banyak yang nangkap karena harganya yang cukup menjanjikan," kata dia.

Pengepul tiger fish bernama Rival mengungkapkan ikan elang biasanya dihargai per sentimeter. Dia biasa membeli dari nelayan ukuran 10 cm dengan harga Rp 200 ribu.

"Untuk ukuran standar garis tidak terlalu bagus badan tidak memanjang dihargai Rp 200 sampai Rp 250 ribu. Kalau shot body atau yang mempunyai badan sempurna biasanya dihargai Rp 1 juta per ekor. Pemesanan sebagian besar dari Jakarta kemudian diekspor lagi ke Vietnam, saya juga pernah menjual paling mahal Rp 25 juta, ukuran 15 cm yang paling banyak loreng macan," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2