Sejarah Dukungan Indonesia untuk Palestina Raih Kemerdekaan dari Israel

Rosmha Widiyani - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 14:49 WIB
Masjid Al-Aqsa di Palestina ditutup akibat wabah Corona. Yuk kita lihat masjid yang pernah menjadi kiblat suci umat Islam yang pertama itu.
Foto: Getty Images/Uriel Sinai/Sejarah Dukungan Indonesia untuk Palestina Raih Kemerdekaan dari Israel
Jakarta -

Konflik Israel Palestina masih terus berlanjut dan tidak diketahui kapan akan selesai. Indonesia, hingga saat ini terus mendukung kemerdekaan Palestina menjadi negara yang berdaulat.

Indonesia selalu mendukung kemerdekaan Palestina dari Israel bahkan sejak zaman Bung Karno. Dukungan dari Indonesia tak lepas dari sejarah masa lalu antara dua negara.

M Zein Hassan dalam bukunya menyatakan, dukungan Palestina untuk kemerdekaan Indonesia dimulai sejak tahun 1944. Mufti besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dan saudagar kaya negara tersebut Muhammad Ali Taher menyatakan dukungannya.

"Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia," kata Ali Taher dalam siaran radio pada 6 September 1944. Dukungan berlanjut dengan aksi turun ke jalan yang dilakukan rakyat Palestina.

Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 dan menjadi negara yang berdaulat. Selanjutnya, Indonesia mendukung Palestina memerdekakan diri dari pendudukan Israel.

Negara Israel yang diproklamasikan Ben-Gurion pada 14 Mei 1948 tidak pernah mendapat pengakuan dari Indoenesia. Selain itu, hubungan diplomasi formal antara Indonesia Israel tidak pernah terjalin.

Bentuk dukungan lain terjadi pada 1957 saat Indonesia menolak bermain sepakbola melawan Israel jelang Piala Dunia. Pertandingan digelar di Tel Aviv atau Jakarta tak mengubah penolakan Indonesia.

Saat itu, Indonesia hanya mau main jika pertandingan digelar di lokasi netral tanpa lagu kebangsaan. Keinginan Indonesia ditolak persatuan sepakbola dunia FIFA sehingga urung berlaga di Piala Dunia.

Dukungan Indonesia untuk Palestina kembali disampaikan terkait aneksasi Tepi Barat dan Jalur Gaza yang dilakukan Israel. Indonesia menolak rencana yang dinilai ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional tersebut.

"Indonesia mengecam keras dan menolak rencana Aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat oleh Israel. Rencana tersebut illegal dan bertentangan dengan berbagai resolusi PBB dan hukum internasional," tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui situsnya.

Kemenlu menilai, tindakan aneksasi mengancam stabilitas dan keamanan kawasan serta semakin menjauhkan penyelesaian konflik. Desakan menolak aneksasi juga ditujukan untuk masyarakat internasional, supaya konflik segera selesai berdasarkan solusi dua negara.

Tonton video 'PBB Protes Keras Israel Caplok Tepi Barat Palestina':

[Gambas:Video 20detik]



(row/erd)