Ini Presiden Palestina dan Israel saat Palestina Hilang di Google Maps

Rosmha Widiyani - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 16:55 WIB
Sejumlah warga Palestina turun ke jalan untuk tolak rencana aneksasi Israel di Tepi Barat. Dalam aksi itu demonstran membawa poster hingga bendera Palestina.
Foto: AP Photo/Ini Presiden Palestina dan Israel saat Palestina Hilang di Google Maps
Jakarta -

Peta Palestina mendadak hilang dari Google Maps dan Apple Maps. Hal ini kian memanaskan situasi, sebab konflik Palestina dengan Israel sedang memanas.

Peristiwaa peta Palestina hilang dari Google Maps sempat terjadi pada 2016, sebelum terulang pada Jumat (17/7/2020) hingga muncul tagar #FreePalestine. Saat peta negara tersebut hilang, siapa Presiden Palestina dan Israel?

Dikutip dari Al Jazeera, Presiden Palestina saat ini adalah Mahmoud Abbas yang merupakan sosok petahana dalam pemerintahan negara tersebut. Resmi memimpin sejak 2005, Abbas sudah menjadi presiden saat peta Palestina hilang pada 2016.

Sedangkan Presiden Israel saat ini adalah Reuven Rivlin yang menempati posisi tersebut sejak 2014. Artinya, Rivlin sudah menempati posisi presiden saat peta Palestina hilang dari Google Maps pada 2016. Namun presiden sebetulnya adalah posisi kehormatan, karena figur pemimpin terkuat adalah perdana menteri yang saat ini diisi Benyamin Netanyahu.

Tekait peta Palestina menghilang dari Google Maps dan Apple Maps, Menteri Luar Negeri dan Emigrasi Palestina Riyad Al Maliki mengatakan telah mengirim surat pada dua perusahaan tersebut. Dalam suratnya, dia menuliskan dugaan Google dan Apple meneruskan tekanan serta blackmail dari Israel.

"Tidak menyertakan Palestina dalam peta Google Maps dan Apple Maps bisa dianggap pelanggaran hukum internasional dan kecenderungan pada Israel. Jika sampai hari yang ditentukan tidak ada reaksi maka kami mengajukan tuntutan melawan kedua perusahaan tersebut," kata Al Maliki dikutip dari Gulf News.

Al Maliki juga mengatakansaat ini tengah mempertimbangkan badan internasional legal yang akan menjadi tempat mengajukan tuntutan Palestina atas Google Maps dan Apple Maps. Menurutnya akan sangat mudah mengadili pejabat Google Maps dan Apple Maps jika keduanya melanggar hukum internasional.

Selain itu, negara yang benderanya terdiri atas strip warna hitam, putih, dan hijau ini juga mencari kemungkinan menggunakan mesin pencari lain. Mesin pencari Rusia atau China ini bisa menggantikan Google yang telah memutuskan Palestina hilang dari Google Maps. Palestina diakui PBB dan 136 negara lain di dunia namun pengakuan tersebut tidak disepakati Amerika Serikat.

"Karena yang terjadi adalah pelanggaran hukum internasional dan terkait dengan resolusi PBB, akan ada tim kerja dan penanggulangan krisis di kementerian. Tim akan bekerja sistematis dan sesuai dasar ilmu dalam persoalan ini," kata Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Palestina Isaac Sidr.

Senada dengan Al Maliki, Sidr menganggap tindakan Palestina hilang dari Google Maps menunjukkan kecenderungan dukungan pada Israel. Sidr mengatakan, Palestina akan menyiapkan beberapa langkah perlawanan termasuk mengubah layanan dan server yang kebanyakan digunakan warga atau perusahaan setempat.

(row/erd)