Pimpinan KPK Ingatkan Proses PPDB Harus Terapkan Nilai Integritas

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 13:18 WIB
Lili Pintauli Siregar
Foto Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar meminta nilai integritas tetap dijaga dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020. Lili menyebut nilai-nilai integritas itulah yang akan membentuk karakter para siswa ke depan.

"Pendidikan karakter yang juga bersifat jangka panjang memang pendidikan yang diharapkan tidak dalam seketika perubahan, tetapi memang membutuhkan waktu yang panjang dan diharapkan ini menjadi lebih maksimal. Kita mulai sejak peserta didik itu masuk dalam satuan pendidikan dasar, hingga dia mengenyam pada pendidikan di perguruan tinggi. Maka dari itu, kemudian nilai-nilai integritas dalam proses penerimaan peserta didik baru atau PPDB ini juga perlu dijaga nilai-nilainya," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam webinar 'Menjaga Integritas dalam Implementasi Kebijakan PPDB', Selasa (28/7/2020).

Lili menjelaskan nilai integritas yang dimaksud itu adalah sembilan nilai antikorupsi, yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Sebab, ia mengatakan kebijakan PPDB ini sebenarnya bertujuan menjamin penerimaan peserta didik agar berjalan objektif, akuntabel, transparan, dan berkeadilan tanpa diskriminasi.

"Tujuan luhur dari kebijakan PPDB ini justru untuk menjamin penerimaan peserta didik baru ini berjalan, tentunya dengan objektif, kemudian dengan akuntabel dan transparan serta berkeadilan dan tidak adanya diskriminasi," ujar Lili.

Karena itu, Lili berharap nilai-nilai integritas memang harus dijunjung dalam proses PPDB untuk meningkatkan akses layanan pendidikan. Sebab, ia menilai penyimpangan yang dilakukan selama proses PPDB itu bakal mempengaruhi karakter para peserta didik.

"Ada beberapa praktik penyimpangan dalam proses PPDB itu kemudian kita lihat di lapangan, ini bisa berpotensi merusak karakter anak bangsa dan penyimpangan ini dianggap lumrah, maka anak ini akan mengikuti dan meniru pola perilaku yang dilakukan, dan kemudian kecenderungan itu bisa dilihat dari karakter anak-anak itu," tutur Lili.

(ibh/zap)