Pak Pos Ujung Tombak Bantuan di Saat Pandemi

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 10:29 WIB
PT Pos Indonesia
Foto: PT Pos Indonesia
Jakarta -

Perahu kayu bermesin motor tempel memecah ombak di tepian laut pulau Setunak, Desa Tukang, Kecamatan Karimun, Provinsi Riau. Penumpangnya adalah personil PT Pos Indonesia yang akan menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga yang tinggal di daerah terpencil tersebut.

Pulau itu diketahui merupakan daerah terpencil belum teraliri listrik serta tak ada warung yang layak apalagi sekolah. Ayu Destriyanti, warga RT 1/RW 4 Desa Tulang Kecamatan Karimun tinggal di daerah tersebut. Ayu adalah satu dari puluhan ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BST yang termasuk kategori masyarakat miskin, beban terasa makin berat semenjak sang suami hilang mata pencariannya di masa pandemi.

"Kami sangat bersyukur ada program ini terima kasih Pak Jokowi semoga program ini dapat berjalan terus sampai Corona tidak ada lagi," ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2020).

Dalam kondisi sangat terbatas penyaluran BST di atas perahu kayu pun jadi yang penting masyarakat terbantu. "Ini adalah tugas kami untuk menyalurkan BST, semangat inilah kunci keberhasilan menyalurkan BST," ujar petugas Pos.

Pemerintah sesuai arahan Presiden Joko Widodo telah berupaya maksimal dalam mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi, utamanya masyarakat miskin yang betul-betul memerlukan bantuan. Setiap KPM menerima Rp 600 ribu setiap tahapnya. Saat ini program BST sudah memasuki tiga tahap.

"Bantuan ini akan saya gunakan untuk keperluan sehari-hari untuk keluarga kami utamanya setelah suami saya kehilangan pekerjaan karena pandemi ini," tutur Ayu.

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan penyerahan bantuan sosial tunai (BST) untuk daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) akan dicairkan sekaligus tiga tahap. Menurutnya, rencana ini telah disampaikan kepada PT Pos Indonesia yang menyalurkan BST di kawasan-kawasan tersebut.

"Saya sudah memerintahkan di daerah 3T ini, remote area, pencairannya langsung tiga tahap," jelas Juliari.

Bantuan secara berkala tiap satu bulan sekali akan menyulitkan masyarakat di daerah 3T. Sebab, akses menuju ke kantor pos penyalur BST bisa begitu jauh dan sulit begitu juga petugas yang menyalurkan memerlukan waktu yang tidak sebentar.

"Jadi, tidak perlu bolak-balik, kasian masyarakat," pungkasnya.

Tonton video 'Polri Temukan 102 Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)