20 Petugas Sempat Kena Corona, Pelayanan di Samsat Polda Metro Dipindah

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 20:42 WIB
Seorang petugas dari kepolisian Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan pengunjung yang akan ke loket pelayanan publik, Samsat Jakarta Selatan dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020). Pemeriksaan tersebut untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Foto ilustrasi pelayanan di Samsat Polda Meto Jaya. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 20 petugas di Samsat Polda Metro Jaya sempat dinyatakan positif Corona (COVID-19). Meski begitu, pelayanan Samsat Polda Metro Jaya tetap buka, tapi tempatnya dipindah ke lapangan parkir.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan saat ini pihaknya telah menutup area lantai 4 Samsat Polda Metro Jaya tempat terdapat penularan COVID-19.

"Untuk pelayanan di lantai 4 Samsat di mana terdapat penularan COVID-19, sejak dua minggu lalu sudah ditutup dan dipindahkan ke lapangan parkir," kata Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangan kepada wartawan, Senin (27/7/2020).

Pelayanan dilakukan dengan menggunakan 4 kendaraan Samsat keliling dan tenda. Selama ditutup, kantor Samsat Polda Metro Jaya disemprot disinfektan.

"Termasuk lantai lainnya setiap pagi sebum pelayanan dan sore setelah pelayanan juga dibersihkan dan disemprot dengan desinfektan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sambodo menjelaskan 20 orang yang sempat terinfeksi COVID-19 itu sudah dinyatakan sembuh. Namun saat ini kedua puluh petugas masih menjalani isolasi mandiri.

"Kedua puluh orang tersebut merupakan penderita tanpa gejala dan saat ini sudah dinyatakan negatif (sudah sembuh) namun masih menjalankan isolasi mandiri. Sampai saat ini sudah tidak ada lagi penderita baru di klaster tersebut," ucapnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi penularan COVID-19 semakin meluas, Polda Metro Jaya memperketat protokol kesehatan kepada petugas dan pengunjung.

"Dilakukan Pengetatan terhadap protokol COVID-19 baik terhadap masyarakat maupun petugas pelayanan," tandasnya.

(mei/fjp)