Kabareskrim Sebut Potensi Tersangka Baru di Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 19:21 WIB
Konferensi Pers Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit mengumumkan status tersangka Brigjen Prasetijo Utomo (Luqman/detikcom)
Jakarta -

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menyampaikan potensi adanya tersangka baru dalam kasus surat jalan Djoko Tjandra. Sigit mengatakan ada 20 saksi yang telah diperiksa terkait kasus ini hingga saat ini.

"Saat ini kita sudah memeriksa kurang-lebih 20 orang sebagai saksi," kata Sigit di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2020).

Sigit memastikan tim khusus bentukannya terus mengidentifikasi pihak-pihak yang membantu keluar dan masuknya Djoko Tjandra di Indonesia. Sebagaimana diketahui, Djoko Tjandra ke Indonesia untuk mengurus pengajuan tahap peninjauan kembali (PK) kasus cessie Bank Bali yang menjerat dirinya. Terkait kasus ini, Djoko Tjandra menghilang dan berstatus buronan.

"Tim saat ini masih terus bekerja melakukan pendalaman terhadap kemungkinan munculnya tersangka-tersangka baru yang terkait proses perjalanan buron JST (Joko Soegiarto Tjandra) mulai dari proses masuknya, kegiatan-kegiatan yang dia lakukan selama dalam proses mengurus PK, dan sampai yang bersangkutan kembali keluar dari Indonesia," tambahnya.

"Tentunya sudah saya sampaikan bahwa akan ada tersangka-tersangka baru dalam hal ini. Nanti akan kita rilis di hari berikutnya," sambung Sigit.

Diberitakan sebelumnya Sigit mengumumkan penetapan tersangka Brigjen Prasetijo Utomo. Prasetijo disangkakan melakukan perbuatan pidana tentang pembuatan dan penggunaan surat palsu, memberi pertolongan terhadap Djoko Tjandra, dan menghalangi penyidikan dengan menghancurkan barang bukti.

Untuk diketahui, Brigjen Prasetijo Utomo tak hanya membuat surat jalan untuk Djoko Tjandra, tapi juga membuat surat bebas COVID-19 dan ikut serta terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Oleh sebab itu, Kapolri Jenderal Idham Azis langsung mencopot Brigjen Prasetijo dari jabatannya.

Brigjen Prasetijo Utomo diduga melanggar kode etik profesi Polri, disiplin Polri, dan tindak pidana.

(aud/aud)