Bupati Maros Sulsel Akan Sanksi ASN Terpapar COVID Tetap Masuk Kantor

Muhammad Bakri - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 14:56 WIB
ASN di Maros kembali bekerja normal setelah sempat dirumahkan karena ada yang terpapar COVID-19 (Bakri-detikcom).
Foto: ASN di Maros kembali bekerja normal setelah sempat dirumahkan karena ada yang terpapar COVID-19 (Bakri-detikcom).
Maros -

Bupati Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Hatta Rahman mengeluarkan edaran yang berisi sanksi bagi aparatur sipil negara (ASN) yang sakit atau terpapar virus Corona (COVID-19) namun tetap masuk kantor. Sanksi berupa pemotongan tunjangan.

"Inikan salah satu penyebab beberapa ASN yang sebenarnya sudah tahu dirinya terpapar, tetap masuk karena soal tunjangan. Nah lewat edaran ini, justru akan kita sanksi kalau masih nekat masuk jika sudah sakit ataupun sudah terpapar (COVID)," ujar Hatta di Kantor Bupati Maros, Senin (27/7/2020).

Lebih lanjut Hatta menjelaskan, pemotongan tunjangan itu berlaku jika terbukti seorang ASN sakit atau terpapar COVID-19 masuk bekerja dan menularkan ke ASN lainnya berdasarkan hasil pelacakan tim gugus. Jika menularkan ke satu orang, maka akan dipotong 20 persen, namun bisa juga tidak menerima tunjangan sama sekali.

"Kalau dia menularkan ke satu orang, itu dipotong 20 persen, kalau 2 ya 40 persen. Bisa sampai tidak dapat kalau memang banyak dia tularkan. Nah ini kita berlakukan karena banyak ASN yang nekat masuk kerja meski sakit karena kejar tunjangan ini," imbuhnya.

Diketahui, hingga saat ini 46 ASN di Maros terpapar COVID-19. Terbanyak ada di kantor Inspektorat daerah yang mencapai 33 orang, selebihnya tersebar di beberapa instansi seperti Sekretariat Daerah, Dinas Tenaga Kerja, Perizinan dan Kepegawaian.

"Kemarin ada tambahan 1 orang jadi totalnya sekarang 46 orang. Terbanyak ada di Inspektorat dan beberapa kantor lain selebihnya. Mudah-mudahan sudah tidak ada penambahan lagi untuk di ASN ini," ujarnya.

Angka kasus positif COVID-19 di Maros sejauh ini sudah mencapai 385 kasus dengan tingkat kesembuhan mencapai 61 persen atau sebanyak 241 kasus.

ASN di Maros hari ini juga sudah mulai masuk kerja seperti biasa setelah sebelumnya dirumahkan selama 2 hari karena ada ASN yang terpapar COVID-19. Mereka yang diizinkan masuk kantor hanya ASN yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas.

"Hari ini sudah mulai normal tapi kita lebih tingkatkan kewaspadaan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan juga tadi saya perintahkan agar semua berjemur dulu sebelum masuk ke ruangan," kata Hatta.

(nvl/nvl)