PD ke Nadiem soal Program Penggerak: Jangan Larinya Swastanisasi

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 14:45 WIB
Dede Yusuf
Dede Yusuf (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim perihal Program Organisasi Penggerak (POP). PD mengingatkan Nadiem, jangan sampai POP dianggap sebagai swastanisasi.

"Bayangin aja masa persatuan guru (PGRI) tidak dianggap? Jangan lah semuanya larinya jadi swastanisasi," kata Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan DPP PD Dede Yusuf kepada wartawan, Senin (27/7/2020).

PGRI diketahui merupakan salah satu organisasi yang mundur dari POP. Selain PGRI, ada Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang juga mundur dari program tersebut.

Lebih lanjut, Dede menilai POP sebagai program yang memiliki niat baik. Yakni, sebut Dede, agar kompetensi para tenaga pendidik di Indonesia bisa ditingkatkan.

Namun demikian, menurutnya, program tersebut tidak didukung dengan mekanisme yang jelas, seperti misalnya kriteria organisasi yang bisa menjadi organisasi penggerak.

"Jadi poinnya adalah niatnya baik organisasi penggerak ini adalah untuk memberikan sebuah kompetensi," ucap Dede.

"Jadi, artinya pengin diberikan semacam peningkatan lah. Nah konteksnya, niatan ini tidak didampingi juga dengan mekanisme atau kriteria yang jelas. Itu sebabnya kita mendengar berita di mana-mana, NU, Muhammadiyah, bahkan PGRI menganggap kriterianya nggak jelas, atau belum saatnya skala prioritas. Kaya PGRI mendingan fokus kepada PJJ (pembelajaran jarak jauh)," imbuhnya.

Tonton video 'Alasan Muhammadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak Kemendikbud':

[Gambas:Video 20detik]