Kemendikbud: 8.522 Sekolah Belum Berlistrik, 42.159 Tak Ada Akses Internet

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 26 Jul 2020 14:25 WIB
Masuki tahun ajaran baru 2020/2021, SMPN 2 Brebes jadi sekolah percontohan KBM tatap muka di sekolah. Siswa dan guru diwajibkan pakai masker saat beraktivitas.
Foto ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah : (Imam Suripto-detik)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkapkan data sekolah di Indonesia yang belum mendapatkan listrik dan akses internet. Kemendikbud menyebut 8.522 sekolah di seluruh Indonesia belum memiliki listrik, dan ada 42.159 sekolah belum mendapat akses internet.

"Dari statistik yang saya sampaikan ini, di Indonesia itu secara rata-rata nasional saja tingkat listrik di sekolah-sekolah kita berdasarkan sumber data periodik yang kami kelola per awal Juni kemarin, itu baru 96 persen sekolah di Indonesia yang belum memiliki listrik. Artinya ada 8.522 sekolah di seluruh Indonesia yang belum ada listriknya. Kalau dilihat 4 persennya mungkin kecil, cuma setelah dikuantitatifkan itu menjadi 8.500-an sekolah," ujar Plt Pusdatin Kemendikbud, Muhammad Hasan Chabibie, di diskusi online UNJ bertajuk 'Peluang dan Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh', Minggu (26/7/2020).

Dia menyebut ada sekitar 19 persen yang belum mendapat akses internet. Angkanya itu mencapai 42 ribu lebih sekolah yang belum mendapat akses internet.

"Yang lebih parah lagi di internetnya memang, kami sadari internet di sekolah-sekolah, berdasarkan data periodik ini baru sekitar 81 persen sekolah di seluruh Indonesia dari jenjang SD sampai SMK yang memiliki akses. Sementara yang tidak memiliki akses sekitar 19 persen atau sekitar 42.159 sekolah," jelasnya.

Chabibie mengatakan Kemendikbud sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terkait akses internet ini. Menurut Kominfo, dari 42.159 70 persesnnya itu atau sekitar 30 ribu sekolah sebenarnya sudah masuk ke area Base Transceiver Station (BTS), dan hanya bisa menggunakan internet melalui handphone saja.

"Kemudian terjadi kroscek data, dan mereka mengatakan sekitar 70 persen dari 42.159 ini sebetulnya ada di coverage area BTS. Mungkin bedanya, mereka tak memiliki sambungan connected langsung ke titik-titik sekolah itu sendiri. Tapi seandainya diakses menggunakan handphone, gadget perangkat, itu pasti masuk coverage area itu," ungkapnya.

"Sehingga pada kalau dilihat di angka 42 ribuan itu sekitar 70 persennya sudah terkoneksi dalam coverage area, mungkin ya sekitar 30 ribuan sekolah sudah tersisir dari data ini, artinya tinggal 12 ribuan atau 13 ribuan sekolah yang memang betul-betul belum ada koneksi akses internetnya," tambahnya.

Kendati demikian, Kemendikbud mengaku akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi keterbatasan di sekolah. Dia menyebut Kemendikbud akan terus mencarikan solusi agar semua sekolah mendapat akses listrik dan internet demi memajukan pendidikan Indonesia.

Tonton video 'Cerita Dimas yang Masuk Sekolah Sendirian di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/gbr)