ADVERTISEMENT

Vonis Bebas Inkrah, Perekam Video 'Penggal Jokowi' Minta Ganti Rugi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 15:41 WIB
Konpers Pengacara Ina Yuniarti, Abdullah Alkatiri
Foto: Konpers Pengacara Ina Yuniarti, Abdullah Alkatiri (Ibnu-detikcom)
Jakarta -

Putusan bebas terhadap perekam video 'penggal Jokowi' saat demo Pemilu 2019 di depan gedung Bawaslu, Ina Yuniarti telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Kini, Ina menuntut rehabilitasi nama baik dan ganti rugi atas yang dialaminya itu.

"Ibu Ina ini kan lima bulan menderita di tahanan, dia punya anak yang perlu disantuni, kan dia seorang single parent. Kita minta rehabilitasi dan ganti rugi yang pasti," kata pengacara Ina, Abdullah Alkatiri di gedung Dewan Dakwah Islamiyah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2020).

Alkatiri menyebut Ina mengalami kerugian yang sangat besar, baik secara moril dan materil atas kasus yang dialaminya itu. Karena itu, pihaknya akan mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) agar mendapat ganti rugi.

"Mungkin kami masuk ke PMH, kalau perlu kita lakukan gugatan PMH (perbuatan melawan hukum) agar bisa dapat ganti rugi," sebutnya.

Selain itu, Alkatiri menyebut juga akan melaporkan balik relawan Jokowi Mania (Joman) ke polisi. Ia mengaku kini pihaknya tengah menyiapkan materi pelaporan tersebut.

"Kami laporkan ini adalah laporan palsu yang tidak benar, ini untuk berikan efek jera terhadal Joman, yang di mana Joman saya lihat adalah hobinya laporkan orang kayaknya. Supaya laporan ini komprehensif, kita akan ambil naskahnya (putusan MA) dengan cepat supaya kita tahu lebih komprehensif lagi," ucap Alkatiri.

Sementara itu, Ina Yuniarti mengaku telah menyerahkan semua urusan yang berkaitan dengan langkah hukum kepada pihak pengacara. Meski demikian, ia merasa lega karena putusan bebas terhadap dirinya sudah inkrah.

"Alhamdulilah dengan bebasnya saya sekarang ini ditetapkan bebas secara hukum semuanya itu berasa lega aja selama ini saya yang masih deg-degan. Saya sekarg sudah lega dengan adanya putusan kemarin," kata Ina.

Sebelumnya, MA menolak kasasi yang diajukan tim jaksa penuntut umum (JPU) atas vonis bebas Ina Yuniarti dalam kasus perekam video viral 'penggal Jokowi' dalam demo Pemilu 2019 di depan gedung Bawaslu. Kini putusan bebas Ina Yuniarti telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

"Infonya benar alias A.1 bahwa permohonan kasasi dari jaksa di tolak oleh MA, pada tanggal 10 Juni 2020 dan telah diberitahukan kepada pihak-pihak. Namun putusan MA belum diterima di PN Jakarta Pusat, baru petikan putusan kasasinya saja yang sudah diterima oleh PN Jakarta Pusat," kata Humas PN Jakpus Bambang Nurcahyono, saat dikonfirmasi, Kamis (23/7).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT