Round-Up

Cerita Sarapan Angka-angka Tiap Hari yang Bikin Jokowi Senang

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 06:16 WIB
Presiden Joko Widodo mengunjungi pasar pelayanan publik di Banyuwangi, Jatim. Ia tampak mengenakan face shield hingga masker saat blusukan di Banyuwangi.
Foto: Presiden Jokowi (Istimewa/Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Umumnya warga sarapan dengan nasi goreng atau pun roti, namun berbeda dengan menu sarapan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Semenjak pandemi Corona, Jokowi sarapan angka-angka yang membuatnya senang.

Jokowi awalnya menyampaikan pandemi COVID-19 sangat berdampak pada kondisi ekonomi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Jokowi menuturkan kondisi sekarang ini tidaklah mudah.

"Kita tahu semuanya keadaan sekarang adalah keadaan yang tidak mudah, keadaan yang sangat sulit, bagaimana mengendalikan COVID dan ekonomi ini supaya berjalan beriringan bukan hal yang mudah," kata Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam agenda peluncuran program pemulihan ekonomi nasional di Istana Negara. Agenda ini disiarkan langsung di YouTube Setpres, pada Kamis (23/7/2020).

Jokowi kemudian berbagi cerita. Tiga bulan lalu dirinya bertelepon kepada managing director IMF. Jokowi mendapatkan informasi bahwa ekonomi global tahun diperkirakan bakal minus 2,5 persen.

"Kemudian dua bulan lalu saya telepon Bank Dunia beda lagi jawabannya, bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan minus 5 persen," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi berkomunikasi dengan pihak Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD yang menyampaikan prediksi berbeda bahwa ekonomi dunia tahun ini diprediksi minus di angka 6 hingga 7 persen.

"Setiap bulan selalu berubah-ubah, sangat dinamis dan posisinya tidak makin mudah tapi semakin sulit," ujar Jokowi.

Jokowi kemudian menunjukkan slide data OECD soal prediksi kontraksi ekonomi yang tajam dari sejumlah negara. Di situ Prancis -17,2 persen, Jerman -11,2 persen, Amerika Serikat -9,2 persen, Malaysia -8 persen.

"Bayangkan isinya hanya minus minus minus minus, dan minusnya itu adalah dalam posisi yang gede-gede seperti itu," ucap Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan kondisi ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2020 masih 2,97 persen. Namun sejak terdampak COVID-19, kondisinya minus.

"Kuartal kedua kita sudah akan jatuh minus. Kita harus ngomong apa adanya. bisa minus 4,3 persen sampai mungkin 5," kata Jokowi.

Selanjutnya
Halaman
1 2