Jokowi Senang Sarapan Angka Tiap Hari, Apa Maksudnya?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 11:12 WIB
Ekspresi dan gestur Presiden Jokowi dalam raker 7 Juli 2020, diunggah Setpres 8 Juli 2020. (Dok YouTube Setpres)
Presiden Jokowi (Dok YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pandemi Corona (COVID-19) sangat berdampak pada kondisi ekonomi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Dia menyebut kondisi sekarang ini tidaklah mudah.


"Kita tahu semuanya keadaan sekarang adalah keadaan yang tidak mudah, keadaan yang sangat sulit, bagaimana mengendalikan COVID dan ekonomi ini supaya berjalan beriringan bukan hal yang mudah," kata Jokowi dalam agenda peluncuran program pemulihan ekonomi nasional di Istana Negara. Agenda ini disiarkan langsung di YouTube Setpres, Kamis (23/7/2020).

Jokowi menceritakan tiga bulan lalu dirinya bertelepon kepada managing director IMF. Dia mendapatkan informasi bahwa ekonomi global tahun diperkirakan bakal minus 2,5 persen.

"Kemudian dua bulan lalu saya telepon Bank Dunia beda lagi jawabannya, bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan minus 5 persen," ujar Jokowi. Jokowi juga berkomunikasi dengan pihak Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD yang menyampaikan prediksi berbeda bahwa ekonomi dunia tahun ini diprediksi minus di angka 6 hingga 7 persen.

"Setiap bulan selalu berubah-ubah, sangat dinamis dan posisinya tidak makin mudah tapi semakin sulit," ujar Jokowi.

Jokowi kemudian menunjukkan slide data OECD soal prediksi kontraksi ekonomi yang tajam dari sejumlah negara. Di situ Prancis -17,2 persen, Jerman -11,2 persen, Amerika Serikat -9,2 persen, Malaysia -8 persen.

"Bayangkan isinya hanya minus, minus, minus, minus, dan minusnya itu adalah dalam posisi yang gede-gede seperti itu," ucap Jokowi.

Bagaimana dengan Indonesia?

Jokowi mengatakan kondisi ekonomi Indonesia di kuartal pertama 2020 masih 2,97 persen. Namun sejak terdampak COVID-19, kondisinya minus.

"Kuartal kedua kita sudah akan jatuh minus. Kita harus ngomong apa adanya. Bisa minus 4,3 persen sampai mungkin 5," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan kondisi tersebut harus diwaspadai dan ditangani cepat. Dia meminta relaksasi dan restrukturisasi kepada UKM dan koperasi diberikan secepat-cepatnya agar tidak kena imbas pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.

"Oleh sebab itu, kita berharap di kuartal ketiga ini kita sudah harus naik lagi, kalau ndak, nggak ngerti saya. Betapa akan lebih sulit kita," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan dirinya senang karena saat ini kondisi ekonomi Indonesia mulai naik, demikian juga aktivitas ekspor. Dia berharap seluruh elemen bisa bekerja keras memanfaatkan momentum tersebut.

"Saya senang karena setiap hari saya dapat angka-angka, setiap pagi sarapannya angka. Bapak ibu sarapannya nasi goreng atau roti, kalau saya sarapannya angka-angka. Saya senang bahwa sudah ada angka-angka yang baik, konsumsi sudah mulai terungkit naik. Artinya mungkin peredaran uang yang ada di bahwa karena ada BLT desa, ada bansos tunai, bansos sembako itu akan sangat mempengaruhi daya beli dan konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat," kata Jokowi.

"Saya senang tadi bahwa disiapkan oleh LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) Rp 1 triliun, betul? 1 triliun. Ini segera berikan kepada koperasi-koperasi agar diberikan kepada anggotanya, pelaku usaha secepat-cepatnya," sambungnya.

Jokowi mengingatkan waktu tersisa hanya Juli, Agustus, hingga September. "Kalau kita bisa mengungkit ini insyaallah nanti di kuartal keempat lebih mudah, tahun depan kita akan jauh lebih mudah," ujarnya.

Tonton video 'Curhat Jokowi Setiap Hari 'Sarapan' Angka:'

[Gambas:Video 20detik]



(hri/fjp)