Kakorlantas: Keberhasilan Operasi Patuh 2020 Bukan Banyak-banyakan Tilang

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 00:07 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Istiono
Foto: Kakorlantas Polri Irjen Istiono (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Kakorlantas Polri Irjen Istiono menegaskan langkah keberhasilan Operasi Patuh 2020 bukan pada banyaknya tindak penilangan. Istiono menekankan keberhasilan Operasi Patuh 2020 lebih kepada kesadaran masyarakat tentang mematuhi aturan lalu lintas.

"Langkah keberhasilan kita bukan banyak-banyakan nilang. Kalau dulu konsepnya adalah penegakan hukum, sekarang enggak, disesuaikan dengan situasi kondisi. Ini konsepnya sekarang penyadaran masyarakat, pendisiplinan masyarakat, agar masyarakat lebih baik lagi pemahamannya, kaitannya dengan disiplin lalu lintas dengan kesehatan lingkungan. Yang terpenting ini, penyebaran COVID-19 ini masih berkembang dan masih belum bisa diprediksi," kata Istiono dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2020).

Dia mengatakan Operasi Patuh 2020 digelar dengan konsep persuasif humanis, di mana langkah-langkah pencegahan akan didahulukan daripada upaya penegakan hukum seperti tilang. Istiono meminta jajarannya untuk mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat terkait jadwal kegiatan penertiban berlalu lintas.

"Operasi Patuh 2020, operasi kewilayahaan. Operasi ini digelar dengan konsep sifatnya preemtif dan humanis atau persuasif dan humanis. Konsep operasi persuasif humanis, dia lebih ke depankan tindakan-tindakan pencegahan," ucap dia.

Istiono menjelaskan persentase dari Operasi Patuh 2020 adalah 40 persen upaya preemtif, 40 persen upaya preventif dan 20 persen upaya penegakan hukum. Sebelum menggelar kegiatan pendisiplinan, Istiono meminta jajarannya untuk terlebih dahulu mempubilkasikan rencana kegiatan itu.

"Persentase dari operasi ini 40 persen adalah giat preemtif, 40 persen preventif, 20 persen penegakan hukum. Nah kegiatan preentif di jajaran juga berorintasi juga pada era kebiasaan baru dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19 atau memutus rantai penyebaran COVID-19. Paradigma operasi ini pendekatan pendisiplinan masyarakat," ujar Istiono.

"Semua kita adakan pada publikasi-publikasi nanti mengarah pada disiplin lalu lintas dan kesehatan masyarakat. Kalau preemtif sifatnya berikan selebaran-selebaran, menjelaskan ke masyarakat. Kemudian preventif sifatnya kita aksi di lapangan, lakukan langkah-langkah misalnya di traffic light, memberikan masker di tempat umum. terminal dan lain-lain, rest area dan lain-lain," sambung Istiono.

Selanjutnya
Halaman
1 2