Polda Gorontalo-BPOM Olah Miras Cap Tikus Sitaan Jadi Hand Sanitizer

Ajis Khalid - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 18:45 WIB
Polda Gorontalo dan BPOM olah miras sitaan jadi hand sanitizer (Foto: Ajis Khalid/detikcom)
Polda Gorontalo dan BPOM mengolah miras sitaan jadi hand sanitizer. (Ajis Khalid/detikcom)
Gorontalo -

Polda Gorontalo bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo membuat hand sanitizer dari minuman keras (miras) jenis Cap Tikus. Miras cap tikus ini adalah barang bukti kejahatan yang sudah punya ketetapan hukum dari pengadilan.

Berlokasi di SPN Batudaa, Kabupaten Gorontalo, sebanyak 40 ribu liter miras Cap Tikus akan dijadikan hand sanitizer. Hand sanitizer ini nantinya akan dibagikan ke warga Gorontalo untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Kita beberapa waktu pernah memusnahkan 40 ton miras Cap Tikus. Saya punya ide bekerja sama dengan Balai POM Gorontalo, bagaimana miras Cap Tikus yang ditangkap sebagai sumber masalah di Gorontalo. Kita sampaikan ke Ketua PN untuk mengeluarkan penetapan bahwa barang bukti yang kami tangkap ini, tidak dimusnahkan tetapi dijadikan hand sanitizer," kata Irjen Adnas, Kapolda Gorontalo, kepada wartawan, Kamis (23/7/2020).

Adnas menjelaskan awalnya pembuatan hand sanitizer ini diuji coba di depan rumah dinas Kapolda Gorontalo. Setelah berhasil, produksi hand sanitizer dipindahkan ke lokasi yang lebih luas di SPN Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

"Kenapa kita pilih di SPN ini, karena jauh dari permukiman warga, dan lokasi terbuka sehingga tidak mengganggu para pekerja. Kita produksi bisa mencapai 90 persen alkholnya dan campur secara teknis. Saat ini kita produksi 30 ribu botol kecil dan hari ini kita akan memproduksi hampir 1 ton dan kita bagikan ke seluruh masyarakat. Kita datangi pasar dan fasilitas umum untuk bagikan gratis hand sanitizer ini," ungkap Adnas.

Adnas mengatakan nantinya hand sanitizer ini akan dibagikan secara gratis. Hal ini sebagai upaya mendorong masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Ini upaya kita, dan Pemerintah Provinsi bersemangat memberikan dukungan dibantu Pak Danrem sudah melaksanakan pembagian hand sanitizer ke seluruh masyarakat Gorontalo," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai POM Gorontalo Yudi Noviandi mengapresiasi pembuatan hand sanitizer dari miras sitaan ini. Dia pun sepakat dengan dipilihnya SPN Gorontalo sebagai lokasi tempat pembuatan hand sanitizer.

"Saya lihat kapasitas produksi sangat canggih. Terus terang ini lebih bagus dari yang kami buat. Kami hanya skala kecil. Alhamdulillah, ini besar sekali, sehingga produksi hand sanitizer dari Gorontalo bisa membantu masyarakat yang kekurangan hand sanitizer," jelas Yudi.

Yudi juga mengaku senang diajak bekerja sama untuk membuat hand sanitizer yang akan dibagikan cuma-cuma kepada masyarakat ini. Dia pun siap mengawal mutu hand sanitizer ini.

"Kami siap mengawal mutu hand sanitizer. Hasil produksi di sini kita bawa ke BPOM apakah sesuai dengan standar kesehatan," ungkap Yudi.

Tonton video 'Walkot-Bupati di Gorontalo Diminta Tegas Menindak Pelanggar Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)