Sosok Bupati Faida, Lulus FK Unair Jadi Bupati Jember Lalu Dimakzulkan DPRD

Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 18:15 WIB
Direktur Utama Bank Tabungan Negara Maryono berjabat tangan dengan Bupati Jember Faida (kiri) usai penandatanganan nota kesepahaman tentang jasa layanan perbankan di Jakarta, Selasa (14/11/2017). Kerjasama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dengan Pemkab Jember diantaranya meliputi rencana pembangunan dan pembenahan Kampung Nelayan Puger sebagai salah satu upaya dalam mencapai target Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
Bupati Jember Faida yang dimakzulkan DPRD (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Bupati Jember Faida menjadi sosok kepala daerah yang banyak mendapat perhatian setelah DPRD Jember menyepakati penggunaan hak menyatakan pendapat untuk memakzulkannya. Keputusan memakzulkan bupati yang juga politikus dari Partai NasDem itu disetujui oleh 45 anggota Dewan peserta sidang yang digelar pada Rabu (22/7/2020).

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dimakzulkan berasal dari kata 'makzul' yang artinya berhenti memegang jabatan. "Pemakzulan itu memiliki konsekuensi politik bahwa kita (DPRD Jember) sudah tidak lagi mengakui Faida sebagai Bupati," kata Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi.

Usul pemakzulan Bupati Jember tersebut selanjutnya akan dibawa ke Mahkamah Agung untuk menunggu terbitnya fatwa. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, MA akan memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat DPRD tersebut paling lambat 30 hari setelah permintaan DPRD diterima MA. Putusan MA bersifat final. Ramainya pembicaraan soal pemakzulan Bupati Jember Faida tentu bikin penasaran terkait profil pemimpin daerah tersebut.

Berikut profil Bupati Jember Faida yang dimakzulkan DPRD Jember:

1. Bupati Jember Faida Seorang Dokter Lulusan FK Unair

Dikutip dari website alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Faida menjadi mahasiswa di perguruan tinggi tersebut pada 1987. Bupati Jember Faida mengambil program studi pendidikan dokter dengan jenjang pendidikan S1.

FK Unair saat ini merupakan salah satu perguruan tinggi negeri bergengsi di Indonesia. Faida menjadi salah satu alumni penting bersanding dengan alumni lainnya, misal Achmad Yurianto, yang pernah menjadi juru bicara pemerintah pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Setelah dua dasawarsa berkarier di bidang kesehatan, Faida lalu melirik masuk ke dunia politik. Dia mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati yang diusung PAN, PDIP, Hanura, NasDem pada Pilkada 2015 berpasangan dengan Abdul Muqit Arief. Pasangan ini berhasil meraih 53,76 suara mengalahkan Sugiarto-Mochammad Dwi Koryanto.

Saat jadi Bupati Jember, Faida pernah memenuhi permintaan ribuan warganya yang menolak tambang emas di Blok Silo dengan luasan wilayah usaha izin pertambangan 4.023 hektare. Izin pertambangan ini direkomendasikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2016.

"Sudah bertahun-tahun masyarakat Silo menolak karena sektor pertanian di wilayah itu merupakan salah satu potensi unggulan Kabupaten Jember," ujar Faida seperti yang dikutip detikcom dalam mediasi sengketa kewenangan antarinstitusi di Kemenkum HAM, Desember 2018.

Penolakan tersebut berhasil setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Iganasius Jonan resmi mencabut izin pertambangan emas di Blok Silo beberapa bulan kemudian.

2. DPRD Jember Lengserkan Bupati Faida

Kronologi Bupati Jember dilengserkan DPRD diawali sidang paripurna yang berujung dibacakannya hak menyatakan pendapat (HMP). Sebanyak 45 anggota DPRD Jember sepakat mengusulkan pemakzulan Bupati Jember Faida.

Tiap fraksi menyampaikan beberapa poin yang menjadi alasan pemakzulan Bupati Jember Faida. Intinya, DPRD Jember menilai Faida tidak menjalankan aturan perundang-undangan dengan baik, terutama soal mutasi aparatur sipil negara (ASN).

3. Apakah Bupati Jember Langsung Dipecat DPRD?

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi mengatakan DPRD sedang menyiapkan materi pendukung untuk melanjutkan usulan pemakzulan Bupati Jember Faida. Selanjutnya MA akan memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat DPRD tersebut lalu mengeluarkan fatwa. Fatwa MA itu kemudian diajukan ke Menteri Dalam Negeri sehingga Faida diberhentikan secara administratif.

"Dalam waktu dekat, usulan pemakzulan ini akan kita mintakan fatwa ke MA. Kalau diterima, ini menjadi dasar kita untuk pengajuan pemberhentian Faida ke Mendagri," ujar Itqon.

4. Calon Bupati Jember 2020 dari Jalur Independen

Faida kembali maju menjadi calon Bupati Jember 2020 perseorangan berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto. Dikutip dari situs KPU Kabupaten Jember, pasangan Faida-Vian telah menyerahkan dan dinyatakan memenuhi syarat dukungan minimal untuk maju melalui jalur perseorangan.

Saat ini Bupati Jember Faida yang dimakzulkan DPRD menjalankan pemerintahan bersama Abdul Muqit Arief. Pasangan ini sedianya menjalankan periode pemerintahan 2016-2021.

Tonton video 'Mengenal Bupati Faida yang Dimakzulkan DPRD Jember':

[Gambas:Video 20detik]



(row/pal)