Masih Ada Warga Tak Percaya Data Corona Pemerintah, Moeldoko Bicara Realita

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 16:53 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom)
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru penanganan pandemi virus Corona (COVID-19), dengan 40,9% responden masih tak mempercayai data pemerintah. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun bicara soal realitas.

"Saya pikir begini ya, kita itu kan melihat realita ya, realitanya seperti korban yang meninggal kan itu tidak bisa dibohongi, semua proses pemakaman dan lain-lain bisa diikuti dan dimonitor," kata Moeldoko dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Moeldoko meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan akan bahaya virus Corona. Dia juga mewanti-wanti masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi menurut saya kita jangan hanya meramaikan dengan hal-hal seperti itu tapi yang perlu diramaikan adalah bagaimana meningkatkan kewaspadaan masyarakat, kesiapsiagaan masyarakat dalam merespons protokol itu agar tidak kendor," tuturnya.

Moeldoko juga meminta tak perlu lagi mendiskusikan persoalan ini. "Jangan lagi diskusikan hal-hal yang seperti itu, tetapi yang perlu kita angkat ke publik adalah bagaimana masyarakat tetap waspada agar tidak menganggap bahwa COVID sudah selesai," kata Moeldoko.

Sebelumnya, Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) oleh pemerintah. Meski mayoritas percaya data yang disampaikan pemerintah, ada 40,9% masyarakat yang tidak percaya data yang disampaikan.

Survei dilakukan melalui wawancara telepon dengan metode simple random sampling kepada 2.000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada 6-12 Juli 2020. Margin of error (toleransi kesalahan) survei 2,19% pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%.

Hasil survei dirilis oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, dalam diskusi daring bertema 'Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum pada Masa Pandemi COVID-19', Rabu (22/7/2020). Hasilnya sebagai berikut:

Percaya: 56,1%
Tidak Percaya: 40,9%
TT/TJ: 3%

(mae/imk)