Anis Matta: Isu Koalisi dan Oposisi Tak Relevan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 15:22 WIB
Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta
Anis Matta (Lakam 20detik)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta menyebut saat ini isu koalisi dan oposisi sudah tidak relevan lagi. Anis Matta menempatkan Partai Gelora sebagai kubu 03 yang mencoba mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan.

Awalnya, Anis Matta ditanyai soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kangen dikritik oleh Waketum Gelora Fahri Hamzah. Namun, Anis justru menjelaskan soal Jokowi akan menghabiskan periode kedua dalam masa krisis.

"Memang kita sekarang dalam pertemuan itu saya juga menyampaikan banyak ide kepada beliau, bahwa tampaknya Pak Jokowi akan menghabiskan seluruh periode keduanya ini dalam krisis. Karena krisis ini akan berlarut, multidimensi, sangat sistemik," kata Anis Matta di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Anis Matta lalu menjelaskan dua masalah yang harus diselesaikan Jokowi. Pertama soal pembelahan identitas. Dia menyebut Partai Gelora tak masuk pembelahan identitas ini.

"Sehingga tentu saja prioritas seluruhnya berubah gitu ya, karena itu kami berpikir bahwa ada dua masalah yang di awal harus kita selesaikan dulu. Satu masalah pembelahan, ini soal identitas, makanya Partai Gelora ini asasnya Pancasila supaya kita jati dirinya Islam, supaya kita keluar dulu dari isu pembelahan ini, kita selesaikan," ujar Anis.

Anis kemudian menyebut isu koalisi dan oposisi sudah tak relevan saat ini. Dia menempatkan Partai Gelora sebagai '03' yang mencoba mencari jalan keluar permasalahan bangsa.

"Yang kedua, kita menyelesaikan masalah hubungan dulu karena menurut saya isu 01, 02, sekarang ini tidak relevan sama sekali. Isu koalisi pemerintah dan oposisi menurut saya juga tidak relevan. Dan makanya kita menempatkan diri ini sebagai 03 karena menurut saya ini kita justru harus mencari jalan bersama, jalan keluar karena kalau istilah saya kita ini ada di kapal yang sama, menghadapi badai yang sama," ucap Anis.

Di bagian akhir penjelasannya, Anis baru menyinggung soal kritik Fahri yang dirindukan Jokowi. Menurut Anis, kebebasan bicara tak perlu terjebak dalam soal koalisi dan oposisi.

"Sehingga yang justru kita perlukan adalah ide-ide solutif yang mendahulukan kepentingan bersama itu. Jadi sehingga kita dalam dialog itu beliau memang mengatakan kita rindu dengan kritiknya Pak Fahri dan tidak perlu," sebut Anis.

"Artinya inilah suasana yang kita perlukan. Kebebasan untuk bicara secara apa adanya tanpa harus terjebak ke dalam isu koalisi pemerintah ataupun oposisi," imbuhnya.

(rfs/gbr)