Polda Metro Sosialisasikan 45 Kamera E-TLE Tambahan di DKI Jakarta

Lukman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 23 Jul 2020 14:26 WIB
Pemasangan kamera tilang elektronik atau E-TLE diperluas. Kali ini kamera e-TLE yang dipasang di Jalan Gajah Mada, Jakarta, siap memantau pengendara yang melanggar lalu lintas.
Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah pemasangan kamera tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/E-TLE) di DKI Jakarta. Total ada 45 kamera tambahan yang akan disebar di 45 titik di ruas jalan DKI Jakarta.

"Pengembangan E-TLE tahap kedua. Intinya adalah E-TLE tahap pertama ada 12 kamera, tahap kedua kita laksanakan dengan tambahan 45 kamera sehingga jumlahnya menjadi 57 titik," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (23/7/2020).

Sambodo mengatakan E-TLE tahap II saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan uji coba. Untuk 12 kamera sebelumnya, sebut Sambodo, sudah dioperasikan.

"Untuk 12 kamera tahap pertama sudah kita laksanakan, sudah tidak perlu lagi sosialisasi. Tetapi untuk 45 kamera tahap kedua itu yang baru akan kita sosialisasikan," ujar Sambodo.

Sambodo juga mengatakan E-TLE tambahan ini sudah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang dapat mengidentifikasi enam jenis pelanggaran.

"Saat ini paling tidak ada enam pelanggaran yang sudah bisa di-capture E-TLE, yaitu pelanggaran traffic light, pelanggaran ganjil-genap, pelanggaran marka jalan, pelanggaran batas kecepatan, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan pelanggaran menggunakan ponsel saat berkendara," kata Sambodo.

Untuk diketahui, kamera E-TLE di DKI Jakarta saat ini sudah tersebar di 12 titik. Selain di ruas jalan, ada kamera yang terpasang di dua jalur busway.

Tilang elektronik saat ini belum diaktifkan kembali mengingat sebelumnya diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi. Sambodo mengatakan tilang elektronik diberlakukan kembali hari ini.

"E-TLE bisa digunakan untuk menganalisis jumlah kendaraan yang melintas pada satu titik. Ini sangat berguna saat PSBB banyak yang menanyakan penurunan jumlah kendaraan. Dengan kamera E-TLE ini kita bisa menghitung, misalnya di Jalan Sudirman-Thamrin sebelum PSBB volume sekian, pada saat pelaksanaan PSBB volume sekian, saat PSBB transisi volume sekian," katanya.

Dengan adanya kamera E-TLE ini, polisi tidak hanya bisa mengawasi pelanggaran lalu lintas, tetapi sekaligus menghitung volume kendaraan di ruas jalan DKI Jakarta.

"Jadi, berdasarkan ini, kita bisa menjelaskan kepada masyarakat memang pada saat ini situasi arus lalu lintasnya sudah mendekati normal ketika sebelum PSBB berdasarkan counting volume rata-rata harian di suatu titik yang di DKI Jakarta," tandasnya.

Tonton video 'Anies Dukung Tilang Elektronik di DKI: Langkah Cerdas Tertibkan Warga':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)